Daerah

Tolak Rumahnya Dibongkar, Ratusan Warga SKM Hadang Aparat dan Alat Berat

Penulis: Redaksi Presisi

Ratusan warga yang bermukim di bantaran Sungai Karang Mumus gelar aksi penolakan rencana Pemkot Samarinda yang akan membongkar bangunan mereka. (Foto : Oktavianus)

Samarinda, Presisi.co - Ratusan warga yang bermukim di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang akan menggusur bangunan mereka.

Aksi penolakan ini, ditunjukkan warga lewat blokade jalan tepat dihadapan Pasar Segiri atau di Jalan dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

"Kita mendukung rencana pemerintah untuk normalisasi SKM. Tapi kita harus duduk bersama (mediasi) dulu bersama pemerintah dan DPRD," sebut Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Segiri, Andi Samsul Bahri ditengah aksi penolakan ini, Selasa (7/7/2020).

Lanjut dikatakan Andi, hingga saat ini tak ada satupun warga menerima tali asih seperti yang dijanjikan pemkot. Bahkan, ia sendiri mengaku telah meninjau kebenaran tersebut dari salah seorang warga yang disebut Pemkot Samarinda telah menerima uang ganti rugi lni.

"Belum masuk (ganti rugi). Jadi janganlah diputar-putar. Tidak ada. Bahkan ada WC umum juga terdata, itu bagaimana ceritanya," ungkap Andi lagi.

Foto : Mbah Situn (75) warga yang bangunannya sempat di bongkar oleh aparat. (Foto : Oktavianus)

Salah seorang warga yakni Situn (75) bahkan mengaku terkejut dengan kehadiran aparat yang datang untuk membongkar rumah yang telah ia diami selama 60 tahun terakhir ini.

"Saya enggak tahu. Tadi kan sambil mengupas bawang. Masa dibongkar begini enggak di kasih tahu," sebut Situn yang saat itu terduduk diatas tumpukan barangnya.

"Kita ini enggak banyak omong. Kasih rumah, kasih uang, gitu aja sudah. Masa enggak kasihan sama Mbah," harapnya.

     
  Berita Terkait :  
   
   
     


Sugeng Telepon BPKAD Siapkan Uang Cash

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda yang turun langsung menegaskan pihaknya akan tetap melanjutkan rencana pembongkaran meski warga menolak.

Dari pantauan lapangan, Sugeng bahkan sempat terlibat adu mulut dengan sejumlah perwakilan warga. Bahkan, mediasi yang dilakukan di Kantor Lurah Sidodai  pun berlangsung alot tanpa titik temu.

"Kalau mau duduk bareng, ayo. Apa lagi, semua sudah aku jelaskan," sebut Sugeng.

Sugeng yang saat itu tampil berseragam Satpol PP bahkan membantah dugaan warga yang menyebut ganti rugi yang dijanjikan Pemkot tak terbayarkan.

"Itu semua dalam proses administrasi. Karena dia (warga) tak setor rekening," ungkapnya.

Bahkan, secara khusus Sugeng mengaku telah memanggil pihak BPKAD Samarinda untuk menyiapkan uang cash bagi warga terdampak.

"Kalau ada, kita cash aja," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga terpantau masih berkumpul di badan jalan melakukan aksi duduk sambil berorasi.

pembongkaran-skmsungai-karang-mumussamarinda

Baca Juga