search

Berita

Dinkes Kaltiminfluenza varian baru influenza A

Dinkes Kaltim Perketat Kewaspadaan Influenza, Belum Temukan Kasus Varian Baru

Penulis: Akmal Fadhil
1 hari yang lalu | 284 views
Dinkes Kaltim Perketat Kewaspadaan Influenza, Belum Temukan Kasus Varian Baru
Ilustrasi wabah influenza varian baru yang kerap disebut super flu. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan hingga awal Januari 2026 belum ada laporan temuan kasus influenza varian baru yang kerap disebut super flu di wilayah Kaltim. 

Meski demikian, langkah antisipasi tetap diperkuat seiring meningkatnya mobilitas perjalanan internasional.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. 

Seluruh puskesmas dan rumah sakit diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala influenza, terutama yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

“Sejauh ini belum ada laporan kasus. Namun kewaspadaan tetap kita tingkatkan, khususnya pada pelaku perjalanan internasional,” ujar Jaya, Senin 5 Januari 2026.

Ia menyebutkan, pergerakan warga dari negara-negara yang dilaporkan mengalami lonjakan kasus influenza menjadi perhatian serius.

Untuk itu, Dinkes Kaltim terus berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan di sejumlah pintu masuk, termasuk di Balikpapan dan Samarinda.

Varian yang populer disebut super flu merupakan influenza A (H3N2) subclade K.

Secara klinis, gejalanya tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Perbedaannya terletak pada durasi sakit yang cenderung lebih lama.

“Kalau flu biasa umumnya berlangsung sekitar satu minggu, varian ini bisa mencapai 10 hingga 14 hari,” jelas Jaya.

Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Kaltim telah melakukan skrining dan pengambilan sampel influenza di fasilitas layanan kesehatan.

Hasil pemantauan hingga kini belum menunjukkan adanya lonjakan kasus yang mengarah pada varian tersebut.

Jaya juga menegaskan bahwa istilah super flu tidak merujuk pada tingkat keganasan virus. Menurutnya, sebutan itu hanya istilah populer untuk varian influenza yang mengalami mutasi ringan.

“Virusnya tetap influenza, hanya ada perubahan sub-kelas. Mutasinya tidak berat,” katanya.

Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat, khususnya yang berencana bepergian ke luar negeri, untuk mempertimbangkan vaksinasi influenza.

Vaksin yang tersedia saat ini dinilai masih relevan untuk memberikan perlindungan terhadap virus influenza.

“Vaksin ini sifatnya tidak wajib, tapi dianjurkan. Bisa dilakukan di klinik-klinik vaksinasi,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi