Penulis: Siaran Pers
Jakarta, Presisi.co — Gagal ginjal merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi jutaan orang di dunia. Pada pasien gagal ginjal stadium akhir, fungsi ginjal sudah sangat menurun sehingga dibutuhkan terapi pengganti ginjal, salah satunya melalui hemodialisis (cuci darah). Dalam proses ini, akses vaskular menjadi faktor krusial dan AV shunt atau Cimino memegang peran vital.
Menurut Ruth Grace Aurora, Sp.JP, Konsultan Kedokteran Vaskular dan Konsultan Kardiologi Intervensi di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, AV shunt merupakan “akses kehidupan” bagi pasien dialisis.
“AV shunt adalah sambungan antara pembuluh darah arteri dan vena yang dibuat melalui prosedur bedah maupun teknik non-bedah. Akses ini memungkinkan aliran darah yang cukup kuat untuk proses cuci darah,” jelas dr. Ruth.
AV shunt umumnya dapat digunakan 1–4 bulan setelah prosedur pembuatan, tergantung proses maturasi pembuluh darah.
Meski memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan metode lain, AV shunt tetap berisiko mengalami gangguan, termasuk penyumbatan atau yang dikenal sebagai cimino failure.
“Gangguan pada AV shunt bisa dikenali sejak dini, bahkan oleh pasien sendiri. Misalnya jika denyutan atau getaran pada lokasi shunt berkurang atau menghilang, muncul pembengkakan, nyeri, atau perubahan warna kulit di sekitar lokasi,” terang dr. Ruth.
Tanda lain yang perlu diwaspadai antara lain:
· AV shunt terasa keras
· Pembengkakan pada salah satu sisi lengan
· Pembesaran shunt yang tidak mengecil saat tangan diangkat
· Kesulitan saat pemasangan akses hemodialisis
· Perdarahan atau tidak tercapainya target cuci darah
“Deteksi dini sangat penting agar intervensi bisa segera dilakukan sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius,” tegasnya.
Untuk memastikan fungsi AV shunt tetap optimal, evaluasi rutin oleh tenaga medis diperlukan, baik sebelum, selama, maupun setelah hemodialisis.
Salah satu pemeriksaan utama adalah USG Duplex pembuluh darah.
“USG Duplex bersifat non-invasif, tanpa radiasi, dan hasilnya bisa langsung diketahui pada hari yang sama. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi penyempitan, menghitung aliran darah, serta menilai kelainan anatomis pada AV shunt,” jelas dr. Ruth.
Pemeriksaan ini juga direkomendasikan secara berkala pada AV shunt baru, umumnya pada minggu ke-2, 4, 6, dan 10 untuk menilai proses maturasi.
Dengan fasilitas evaluasi komprehensif dan kemajuan teknologi intervensi endovaskular, kasus cimino failure tertentu kini dapat ditangani secara minimal invasif.
“Dengan pemantauan yang baik dan intervensi yang tepat waktu, kualitas hidup pasien gagal ginjal dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pungkas dr. Ruth. (*)




