Segmen Satu Proyek Teras Samarinda Tahap II Butuh Tambahan Anggaran Rp10 Miliar
Penulis: Muhammad Riduan
Selasa, 03 Maret 2026 | 517 views
Komisi III DPRD Samarinda saat melakukan inspeksi proyek Teras Samarinda Tahap II. (Presisi.co/Riduan)
SAMARINDA, Presisi.co – Rombongan Komisi III DPRD Kota Samarinda kembali melakukan inspeksi proyek pembangunan di Kota Tepian. Kali ini, peninjauan dilakukan di proyek Teras Samarinda Tahap II, Selasa 3 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan komisi III memulai peninjauan dari Segmen 4, kemudian bergerak ke Segmen 3 (dermaga), Segmen 2, hingga Segmen 1 yang berada di jalur atas Sungai Mahakam.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar menjelaskan bahwa dari empat segmen yang dikerjakan pada Tahap II, saat ini hanya Segmen 1 yang belum rampung.
“Segmen 2 dan 3 sudah selesai. Segmen 4 yang sebelumnya mendapat perpanjangan waktu (adendum) 50 hari, hari ini juga sudah selesai,” ucapnya diwawancarai Presisi.co.
Ia menerangkan, Segmen 4 yang menggunakan anggaran bantuan keuangan (bankeu) sekitar Rp24 miliar telah tuntas dikerjakan. Sementara Segmen 2 dan 3 yang dibiayai melalui APBD Kota Samarinda dengan nilai sekitar Rp21 miliar juga telah rampung tanpa adendum.
Adapun Segmen 1 yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp49 miliar masih dalam tahap penyelesaian. Pihak pelaksana disebut tengah mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pekerjaan laminasi atau lantai jembatan, mekanikal elektrikal, serta penataan taman.
“Mereka mengajukan tambahan kurang lebih Rp10 miliar untuk tiga item pekerjaan itu. Nanti akan kita pantau apakah angkanya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang akan dilaksanakan,” ucapnya.
Politikus Gerindra itu menambahkan, apabila tambahan anggaran tersebut tersedia dalam perencanaan tahun ini, maka Segmen 1 ditargetkan dapat diselesaikan pada 2026 karena progresnya dinilai tinggal sedikit lagi.
"Harusnya kalau anggaran ada tahun ini ya tahun ini selesai, kan itu tinggal sedikit saja sebetulnya," tegasnya.
Selain memastikan progres fisik, Komisi III juga memberikan sejumlah catatan teknis, khususnya pada Segmen 4 dan Segmen 1.
Untuk Segmen 4, perhatian diberikan pada kualitas alas playground agar memiliki daya tahan jangka panjang dan tidak mudah rusak akibat paparan panas dan hujan.
“Kita ingin pekerjaan ini berumur panjang, bukan baru enam bulan atau satu tahun sudah rusak,” katanya.
Sementara pada Segmen 1, Komisi III menyoroti aspek keselamatan, terutama desain railing atau pagar pembatas. Ia mendorong agar railing menggunakan material stainless seperti di Segmen 2, 3, dan 4, bukan besi hollow yang dinilai lebih cepat berkarat.
Selain itu, jarak antar railing yang dinilai cukup lebar juga menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan anak-anak.
“Kita khawatir kalau orang tua sedang foto-foto, anaknya tidak terawasi dan kakinya masuk ke sela railing. Ini harus menjadi perhatian dinas terkait,” jelasnya.
Secara umum, Komisi III menilai progres Segmen 2, 3, dan 4 sudah sesuai harapan. Namun, mereka menegaskan aspek kualitas dan keselamatan tetap menjadi prioritas sebelum seluruh Tahap II benar-benar dinyatakan tuntas dan siap dimanfaatkan masyarakat. (*)