DPRD Kaltim Harap Seleksi Direktur Bankaltimtara Lepas dari Kepentingan Politik
Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 32 views
Kantor Bankaltimtara. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co — DPRD Kalimantan Timur menyoroti percepatan pergantian Direktur Utama Bankaltimtara dan meminta prosesnya dilakukan secara transparan serta sesuai mekanisme yang berlaku.
Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, mengaku pihaknya tidak pernah dilibatkan maupun menerima informasi resmi terkait rencana pergantian tersebut.
“Selama saya di Komisi II, tidak pernah ada pembahasan soal pergantian Dirut Bankaltimtara. Kami justru mengetahui informasi ini dari media,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menilai percepatan pergantian direksi perlu dikaji secara hati-hati karena penentuan pimpinan bank daerah tidak dapat dilakukan sepihak.
Menurutnya, keputusan harus melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang melibatkan seluruh pemegang saham, termasuk pemerintah daerah kabupaten dan kota.
“Tidak bisa serta-merta ditentukan oleh satu pihak. Ada proses yang harus dilalui, termasuk fit and proper test dan persetujuan para kepala daerah sebagai pemegang saham,” jelasnya.
Nurhadi menegaskan, meski DPRD tidak terlibat langsung dalam proses RUPS, lembaganya memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan, termasuk dalam penentuan direksi Bankaltimtara.
Terkait munculnya sejumlah kandidat calon direktur utama, ia mengaku belum mengenal secara personal. Namun, ia berharap proses seleksi dilakukan secara objektif dan bebas dari kepentingan tertentu.
“Yang penting jangan sampai ada unsur kedekatan atau kepentingan politik. Itu yang harus dihindari,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar dinamika politik di Kalimantan Timur tidak memengaruhi proses penunjukan direksi sehingga tidak memicu polemik di tengah masyarakat.
“Jangan sampai justru menimbulkan gejolak baru. Yang utama adalah kinerja dan kapasitas, siapa pun yang terpilih harus benar-benar mampu,” katanya.
Menurutnya, meski harapan terhadap putra daerah tetap ada, faktor kompetensi harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pimpinan Bankaltimtara ke depan. (*)