Penulis: Umar Daud Muhammad
TENGGARONG, Presisi.co — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus melakukan akselerasi terhadap program nasional Koperasi Merah Putih. Saat ini, pembangunan fasilitas ekonomi kerakyatan tersebut menunjukkan progres signifikan di berbagai wilayah di Kutai Kartanegara.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa dari target sebaran di seluruh desa dan kelurahan, progres fisik bangunan telah berkembang pesat. Hingga kini, tercatat lebih dari 90 desa dari total 243 desa/kelurahan di Kukar yang progresnya sudah masuk tahap pemrosesan.
"Sampai sekarang yang sudah clear atau sedang dalam proses pembangunan ada 90 lebih desa. Kami terus pantau agar target pembangunan ini tercapai tepat waktu," ujar Aulia Rahman Basri saat meninjau Koperasi Merah Putih di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Minggu, 22 Februari 2026.
Aulia menjelaskan, dari puluhan unit yang sedang dikerjakan, dua Koperasi Merah Putih telah dinyatakan rampung 100 persen. Keduanya berlokasi di Kecamatan Muara Badak dan Muara Kaman. Sementara itu, unit lainnya masih berada pada tahap pembangunan fisik (50-80 persen) serta pembebasan lahan.
"Dua unit tersebut sudah ditetapkan selesai, tinggal memikirkan skema operasionalnya saja ke depan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Terkait kendala teknis di lapangan, Aulia menegaskan pemerintah telah memetakan solusi untuk percepatan pembangunan. Setelah berdiskusi dengan tim teknis, Pemkab Kukar menargetkan persoalan lahan di desa-desa lainnya akan tuntas pada Maret mendatang.
"Target kami di bulan Maret masalah lahan sudah beres semua, sehingga konstruksi bisa langsung dimulai. Saat ini progres di lapangan bervariasi, ada yang sudah mencapai 80 persen," tambahnya.
Rencananya, peresmian unit Koperasi Merah Putih ini akan dilakukan langsung oleh perwakilan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Oleh sebab itu, monitoring intensif terus dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas pendukung dan manajemen operasional di setiap lokasi yang telah rampung.
"Kemungkinan koperasi ini akan diresmikan langsung oleh pihak Kemenkop UKM saat kunjungan kerja ke Kukar. Kami masih menunggu konfirmasi jadwal pastinya dalam waktu dekat," pungkas Aulia.
Program Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di tingkat perdesaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan para pelaku usaha mikro di Kutai Kartanegara. (*)
Editor: Redaksi




