Bina Sungai Karang Mumus, Mahasiswa UINSI Samarinda Dorong Kepedulian Lingkungan
Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Mahasiswa UINSI Samarinda saat bersihkan sampah di Sungai Karang Mumus.
Samarinda, Presisi.co - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar aksi peduli lingkungan melalui kegiatan Bina Sungai Karang Mumus pada Minggu 24 Mei 2026.
Kegiatan tersebut digagas Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSI Samarinda melalui Kementerian Sosial dan Keagamaan (SOSKEM) bersama DEMA FUAD dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GEMPA.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Sungai Karang Mumus yang selama ini menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat Samarinda, namun menghadapi ancaman pencemaran akibat sampah dan limbah rumah tangga.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa membersihkan bantaran sungai, mengumpulkan sampah, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sungai.
Menteri SOSKEM DEMA UINSI Samarinda, Muhammad Iqbal Syafi’i Ma’arif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan.
“Kegiatan ini adalah upaya mahasiswa UINSI Samarinda untuk bergerak dan juga menyadarkan masyarakat sekitar supaya tetap peka terhadap isu lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menilai persoalan pencemaran Sungai Karang Mumus tidak bisa diselesaikan hanya melalui aksi sesaat, tetapi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah dan mahasiswa.
“Saya mengapresiasi Bina Sungai Karang Mumus dan besar harapannya pemerintah siap mendukung fasilitas pengelolaan sampah dan program edukasi. Namun keberhasilan tetap bergantung pada partisipasi warga,” katanya.
Iqbal juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan ikut terlibat dalam kegiatan gotong royong menjaga kebersihan sungai.
“Mari buang sampah pada tempatnya, ikut gotong royong, dan dukung upaya pemulihan Karang Mumus demi masa depan yang lebih sehat,” tuturnya.
Selain aksi lapangan, gerakan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat Samarinda.
Mahasiswa menilai upaya pemulihan Sungai Karang Mumus juga perlu didukung kebijakan pemerintah daerah, mulai dari penyediaan titik pembuangan sampah, pengangkutan rutin oleh dinas terkait, hingga program edukasi dan pemilahan sampah berbasis masyarakat.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah dan masyarakat, Sungai Karang Mumus diharapkan dapat kembali terjaga sehingga mampu mendukung kesehatan lingkungan dan mengurangi risiko banjir di Kota Samarinda.(*)