search

Daerah

Usulan CPNSPemkab KukarRekrutmen Tenaga Kesehatan

Pemkab Kukar Usulkan 300 Formasi CPNS 2026, Fokus untuk Tenaga Kesehatan

Penulis: Umar Daud Muhammad
Selasa, 05 Mei 2026 | 928 views
Pemkab Kukar Usulkan 300 Formasi CPNS 2026, Fokus untuk Tenaga Kesehatan
Arianto, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar. (Presisi.co/Daud)

Tenggarong, Presisi.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan sekitar 300 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026.

Seluruh usulan tersebut diprioritaskan untuk pemenuhan tenaga kesehatan di dua rumah sakit milik pemerintah daerah.

Formasi itu akan difokuskan untuk RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak dan RSUD Dayaku Raja Kota Bangun yang dinilai masih membutuhkan tambahan sumber daya manusia guna menunjang pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Arianto, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kita sudah bersurat untuk kebutuhan tenaga kesehatan sekitar 300 formasi ke KemenPAN-RB,” ujar Arianto, Selasa 5 Mei 2026.

Menurutnya, pengadaan CPNS tahun ini tidak dibuka untuk formasi umum karena pemerintah daerah memilih fokus pada kebutuhan yang dianggap paling mendesak, yakni sektor kesehatan.

“Pengisian tenaga kesehatan itu untuk Rumah Sakit Muara Badak dan kemungkinan juga untuk Rumah Sakit Kota Bangun,” katanya.

Arianto menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir Pemkab Kukar belum mengusulkan pelaksanaan CPNS karena kondisi pegawai di sejumlah organisasi perangkat daerah masih tergolong berlebih.

Karena itu, usulan CPNS tahun 2026 dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan publik yang paling prioritas.

“Tahun-tahun sebelumnya kita belum pernah mengusulkan pelaksanaan CPNS karena daerah kita kelebihan pegawai,” terangnya.

Saat ini, Pemkab Kukar masih menunggu persetujuan resmi dari KemenPAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait jumlah formasi yang akan disetujui beserta jadwal pelaksanaan seleksi.

“Kita sudah usulkan, tinggal menunggu persetujuannya lagi dari KemenPAN-RB dan BKN kapan pelaksanaannya,” tandasnya.