search

Berita

Basarnas SamarindaSungai MahakamPeristiwa Hari Ini

Bocah 7 Tahun Dikabarkan Jatuh ke Sungai Mahakam

Penulis: Muhammad Riduan
23 jam yang lalu | 162 views
Bocah 7 Tahun Dikabarkan Jatuh ke Sungai Mahakam
Petugas saat berupaya melakukan pencarian.(HO/Tim SAR)

Samarinda, Presisi.co – Seorang anak berinisial AA (7) dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada Senin 26 Januari 2026.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Samarinda sekitar pukul 11.58 WITA. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian.

Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Mardi Sianturi menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal, korban diduga jatuh ke sungai saat bermain di sekitar rumahnya.

“Korban sekitar pukul 11.00 WITA sedang bermain di belakang rumah, tepatnya di tepian Sungai Mahakam. Diduga korban terjatuh ke sungai, namun penyebab pastinya masih belum diketahui,” ucapnya kepada Presisi.co

Ia menyebutkan, saksi mata yang merupakan nenek korban sempat melihat tangan korban muncul ke permukaan sebelum akhirnya tenggelam. Nenek korban kemudian meminta pertolongan warga sekitar.

"Warga bersama orang tua korban sempat melakukan pencarian awal, namun korban tidak ditemukan. Setelah itu laporan diteruskan ke Basarnas dan tim langsung menuju lokasi kejadian,” jelasnya.

Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan penyelaman di sekitar titik diduga korban tenggelam. Namun, derasnya arus Sungai Mahakam menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.

“Jika penyelaman tidak memungkinkan, kami akan mempertimbangkan metode pencarian lain, termasuk menggunakan alat pancing tradisional atau fish search hasil modifikasi kearifan lokal,” katanya.

Basarnas berharap korban dapat segera ditemukan pada hari pertama pencarian. Apabila hingga hari ini belum membuahkan hasil, operasi SAR akan dilanjutkan dengan penyisiran ke arah hilir sungai dan dilakukan maksimal selama tujuh hari sesuai prosedur.

“Kendala utama saat ini adalah arus sungai yang cukup kuat. Namun upaya pencarian akan terus kami maksimalkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi