search

Berita

Basarnas SamarindaSungai MahakamBocah Tenggelam

Bocah 7 Tahun yang Jatuh di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal Dunia

Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Bocah 7 Tahun yang Jatuh di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal Dunia
Proses evakuasi Seorang anak berinisial AA (7).(HO/Tim SAR)

Samarinda, Presisi.co – Seorang anak berinisial AA (7) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pada Rabu 28 Januari 2026 siang.

Korban ditemukan mengapung di perairan dekat Jembatan Mahkota 2, tepatnya di antara dua kapal yang tengah sandar. Hal tersebut disampaikan Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Mardi Sianturi.

“Sudah ketemu. Korban ditemukan di dekat Jembatan Mahkota 2 (Dalam kondisi mengapung) di antara dua kapal,” ungkapnya kepada Presisi.co.

Ia menjelaskan, sebelum korban ditemukan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan metode penyisiran sungai sejauh lima kilometer dari lokasi kejadian. Operasi pencarian pada hari ketiga sempat mengalami kendala cuaca.

“Hari ini pencarian dimulai pukul 08.00 WITA, sedikit terlambat karena hujan. Sekitar pukul 12.00 WITA kami menerima informasi dari ABK kapal dan warga bahwa ada jenazah terapung di sekitar Jembatan Mahkota 2,” jelasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan pun langsung menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

“Setelah kami tiba di lokasi dan dilakukan identifikasi melalui dokumentasi yang dikirimkan kepada keluarga, dipastikan bahwa korban adalah AA, anak berusia tujuh tahun yang kami cari,” tambahnya.

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke posko SAR gabungan yang berada tidak jauh dari rumah duka. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Mardi menyebutkan, jarak antara lokasi kejadian awal dengan titik penemuan korban mencapai sekitar 18 kilometer ke arah hilir Sungai Mahakam.

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Hambatan utama kami adalah derasnya arus Sungai Mahakam serta banyaknya tumpukan sampah dan tumbuhan di permukaan air yang menyulitkan proses penyisiran,” ungkapnya.

Atas ditemukannya korban, pihak Basarnas Samarinda menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban serta terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian,” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, AA dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada Senin 26 Januari 2026 lalu.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Samarinda sekitar pukul 11.58 WITA. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga terjatuh ke sungai saat bermain di sekitar rumahnya.

“Korban saat itu sedang bermain di tepian sungai. Saksi yang merupakan nenek korban sempat melihat tangan korban muncul ke permukaan sebelum tenggelam,” terangnya.

Warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian awal, namun korban tidak ditemukan hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas Samarinda. (*)

Editor: Redaksi