Penulis: Akmal Fadhil
Samarinda, Presisi.co– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi aman.
Stok pangan yang tersedia dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga beberapa bulan setelah lebaran.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan lonjakan permintaan yang biasanya terjadi selama Ramadan tidak akan mengganggu pasokan bahan pokok di daerah tersebut.
“Persediaan bahan pangan kita sangat mencukupi. Masyarakat diharapkan bisa menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” ujar Heni, Kamis 12 Maret 2026.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas di pasar tradisional.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap Ramadan akibat meningkatnya konsumsi masyarakat secara bersamaan.
Karena itu, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kenaikan harga lebih lanjut.
Heni menjelaskan, tantangan utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Kalimantan Timur terletak pada aspek distribusi.
Pasalnya, sebagian besar kebutuhan bahan pokok masih dipasok dari luar daerah.
Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar rantai pasok tetap berjalan lancar.
“Kami terus mengawal jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan. Jika distribusi berjalan baik, maka ketersediaan barang tetap terjaga dan harga bisa lebih stabil,” katanya.
Berdasarkan data DP2KUKM Kaltim per Februari 2026, sejumlah komoditas utama tercatat memiliki stok yang cukup besar.
Persediaan beras non-Bulog mencapai sekitar 233 ribu ton, daging sapi sekitar 390 ribu ton, minyak goreng sekitar 5.678 ton, serta tepung terigu sekitar 2,6 juta ton.
Selain itu, ketersediaan gula pasir sekitar 16 ribu ton, daging ayam sekitar 145 ribu ton, serta komoditas lain seperti mentega dan telur juga berada dalam kondisi aman.
Dengan jumlah tersebut, ketahanan pangan di Kalimantan Timur diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu sekitar dua hingga enam bulan ke depan.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga akan terus melakukan pemantauan di pasar-pasar guna memastikan stabilitas pasokan dan harga, sekaligus mencegah praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.
“Harapannya masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman. Stok tersedia, distribusi berjalan normal, dan kebutuhan pangan insyaallah terpenuhi,” tutup Heni. (*)
Editor: Redaksi




