Pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda di Palaran Resmi Dikerjakan
Penulis: Muhammad Riduan
2 jam yang lalu | 0 views
Momen hybrid Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan sekolah rakyat se-Nasional. (Presisi.co/Riduan)
Samarinda, Presisi.co — Pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Stadion Palaran, Kota Samarinda, resmi dimulai secara nasional pada Senin, 12 Januari 2026. Proyek pendidikan yang dibiayai pemerintah pusat dengan anggaran mencapai sekitar Rp247 miliar ini menjadi salah satu dari 114 Sekolah Rakyat di Indonesia yang telah memasuki tahap pekerjaan fisik.
Asisten I Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Asli Nuryadin menerangkan bahwa pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Palaran sebenarnya telah berjalan sejak beberapa minggu lalu, menyusul penandatanganan kontrak kerja. Namun, peresmian secara nasional baru dilakukan.
“Jadi beberapa minggu yang lalu itu sudah tanda tangan kontrak, teman-teman sudah mulai bekerja. Tapi secara nasional, resminya hari ini,” ungkapnya saat diwawancarai media.
Pria yang karibnya disapa Asli tersebut menjelaskan pada awalnya kegiatan peresmian atau groundbreaking direncanakan akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Namun, berdasarkan informasi terbaru, pelaksanaan peresmian nasional dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda sepenuhnya didukung anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan nilai sekitar Rp247 miliar, belum termasuk pengadaan mebel atau perlengkapan sekolah. Kompleks pendidikan ini dirancang dengan fasilitas yang cukup lengka, termasuk masjid dan lapangan sepakbola.
“Insya Allah kita mohon doa dan dukungan agar sekolah ini menjadi salah satu sekolah terbaik di Samarinda,” ujarnya.
Sekolah Rakyat tersebut akan melayani jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Namun, terkait jumlah rombongan belajar yang akan dibuka, Asli mengaku tidak menghafalnya secara detail karena menjadi kewenangan satuan kerja Kementerian PUPR.
Ia menambahkan, saat ini program Sekolah Rakyat di Samarinda telah berjalan dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas sementara, seperti di BPMP dan Balai Pelatihan Vokasi. Selain itu, jenjang SMA juga telah difasilitasi di SMA Negeri 16 Samarinda.
Ke depan, setelah pembangunan fisik rampung, seluruh aktivitas pendidikan Sekolah Rakyat direncanakan akan dipusatkan di kawasan Palaran.
Untuk target penyelesaian, Asli memperkirakan proses konstruksi akan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan. Ia menegaskan, seluruh pembiayaan pembangunan berasal dari pemerintah pusat, sementara Pemerintah Kota Samarinda berperan sebagai penerima manfaat sekaligus penyedia lahan.
“Kami ini sebagai penerima manfaat. Penganggaran semua dari pusat, dari PUPR,” ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Samarinda diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di Kalimantan Timur. (*)