KSOP Samarinda Bakal Tertibkan Tambatan Ilegal Usai Jembatan Mahulu Ditabrak Tongkang Lagi
Penulis: Akmal Fadhil
1 hari yang lalu | 244 views
Mursidi, Kepala KSOP Kelas I Samarinda. (Presisimco/Akmal)
Samarinda, Presisi.co – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda merespons insiden kembali ditabraknya Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dengan menyiapkan langkah pengamanan dan penertiban pelayaran di Sungai Mahakam.
Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, mengatakan pihaknya akan melakukan penggantian dan penambahan fender dolphin sebagai pelindung pilar jembatan, menyusul ketiadaan pelindung yang menjadi salah satu faktor risiko utama.
“Kita akan mengganti dolphin yang tertabrak dan menyesuaikan jumlahnya. Karena fender dolphin belum ada, nanti akan kita ganti dengan dolphin berbentuk kapal tunda,” kata Mursidi Senin 5 Januari 2026.
Selain penguatan infrastruktur pengaman, KSOP juga akan membentuk posko terpadu bersama kepolisian, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk menertibkan kapal-kapal yang tambat secara ilegal di sekitar Jembatan Mahulu.
“Bersama Kapolda dan unsur hukum lainnya, kami akan membentuk posko bersama untuk mengatur dan menertibkan tambatan ilegal,” ujarnya.
Mursidi mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi sementara, mayoritas insiden dipicu oleh kapal larat yang tambat di lokasi yang tidak semestinya, khususnya di area dekat jembatan.
“Kebanyakan ini kapal larat karena tambat di tempat yang tidak sesuai ketentuan. Itu yang menjadi masalah utama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), kapal tidak diperbolehkan bertambat di area depan atau dekat Jembatan Mahulu.
Jarak aman tambatan yang direkomendasikan minimal berada pada radius 1.000 hingga 1.200 meter dari jembatan.
“Kalau yang direkomendasikan sesuai SOP, jarak tambatan minimal 1.000 sampai 1.200 meter dari jembatan,” jelasnya.
KSOP Samarinda memastikan penataan ulang tambatan kapal dan penguatan pengamanan pelayaran akan segera dilakukan.
“Ini untuk mencegah terulangnya insiden serupa serta menjamin keselamatan jembatan dan pengguna alur Sungai Mahakam,” pungkasnya. (*)