search

Daerah

KSOP SamarindaAngkutan Laut Mudik Lebaran 2026KM AdithyaSosialisasi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Persiapan Angkutan Laut Mudik Lebaran 2026, KSOP Samarinda Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Penulis: Muhammad Riduan
12 jam yang lalu | 0 views
Persiapan Angkutan Laut Mudik Lebaran 2026, KSOP Samarinda Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Saat sosialisasi keselamatan dan keamanan pelayaran.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda menggelar sosialisasi keselamatan dan keamanan pelayaran bagi operator serta awak kapal penumpang, sebagai bagian dari kesiapan menghadapi angkutan laut mudik Lebaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di atas Kapal KM Adithya, Selasa 10 Februari 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng mengatakan sosialisasi ini sengaja dilaksanakan lebih awal untuk mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang kerap muncul setiap musim mudik.

“Kenapa kami lakukan jauh-jauh hari, ini untuk mengevaluasi dari tahun ke tahun, apa yang menjadi kekurangan, maka kami harus bergerak cepat tidak harus menunggu hari H-nya," ucapnya.

Menurutnya, KSOP Kelas I Samarinda menargetkan pelayanan angkutan laut tahun ini dapat berjalan lebih optimal, dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan penumpang.

“Kami ingin pelayanan tahun ini benar-benar lebih optimal, nyaman, aman, dan kondusif. Itu yang menjadi penekanan utama kami,” tegasnya.

Terkait aspek keselamatan, Capt. Ridha mengungkapkan bahwa hasil uji petik terhadap kapal penumpang masih ditemukan sejumlah catatan, meski tidak bersifat signifikan. Namun demikian, seluruh temuan tetap menjadi perhatian serius.

“Apapun temuannya, mau kecil atau besar, selalu kami carikan solusi dan segera diantisipasi. Target kami, angkutan Lebaran 2026 bisa tertib, aman, dan yang paling utama sesuai instruksi Bapak Menteri, yaitu kenyamanan penumpang sejak berangkat sampai tiba di tujuan,” jelasnya.

KSOP Samarinda juga memberi perhatian khusus terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di perairan Kalimantan Timur (Kaltim). Capt. Ridha menegaskan, pemantauan cuaca dilakukan secara rutin melalui pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Uji petik sebenarnya bukan hanya saat hari besar. Setiap kapal yang akan berangkat selalu kami perhatikan kelayakan lautnya, termasuk kondisi cuaca. Informasi BMKG selalu kami update dan sampaikan, baik ke kapal penumpang maupun kapal kargo,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan evaluasi dan optimalisasi alur pelayaran Sungai Mahakam, serta menegaskan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan Pelindo agar segera melakukan perbaikan terhadap layanan yang masih kurang optimal.

Dalam momen mudik Lebaran, salah satu permasalahan yang juga muncul adalah penumpukan calon penumpang di Pelabuhan Samarinda, khususnya penumpang dari daerah seperti Berau dan Kutai Timur, yang tiba lebih awal sebelum kapal dibuka.

“Kondisi seperti ini akan kami evaluasi dan koordinasikan dengan Pelindo serta operator kapal, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas agar penumpang tidak terlantar. Untuk hari-hari biasa, sejauh ini masih bisa terakomodir,” pungkasnya.(*)

Editor : Redaksi