search

Advetorial

DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis Investasi Kaltim Transparansi Proyek Risiko Sosial Kerusakan Lingkungan Hak Masyarakat Adat AMDAL PDI Perjuangan Keterlibatan Publik Konflik Horizontal Keberlanjutan Pembangunan Nilai Lokal Pengawasan DPRD Edukasi Warga Partisipasi Masyarakat

Minim Transparansi, DPRD Kaltim Peringatkan Risiko Sosial dan Lingkungan dalam Proyek Investasi

Penulis: Akmal Fadhil
Jumat, 23 Mei 2025 | 381 views
Minim Transparansi, DPRD Kaltim Peringatkan Risiko Sosial dan Lingkungan dalam Proyek Investasi
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis.

Samarinda, Presisi.co – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti minimnya keterbukaan informasi dalam proyek-proyek investasi yang berlangsung di wilayah Kaltim. Ia memperingatkan, kurangnya transparansi dapat memicu konflik sosial dan kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan.

“Masih banyak warga yang tidak tahu-menahu soal izin usaha, dokumen AMDAL, atau rencana kegiatan perusahaan. Ini berisiko menimbulkan ketegangan sosial bahkan konflik horizontal,” ujar Ananda, Jumat 23 Mei 2025.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, keberhasilan pembangunan tak bisa diukur semata dari jumlah investasi yang masuk. Yang lebih penting adalah sejauh mana investasi tersebut membawa manfaat bagi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai pembangunan justru meninggalkan jejak kerusakan yang tidak bisa diperbaiki. Risiko sosial dan ekologis harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ananda menekankan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya investasi agar tidak menyalahi aturan dan tidak merugikan masyarakat. Transparansi, katanya, adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia juga menyinggung pentingnya menghormati hak-hak masyarakat adat dan menjaga hutan serta tanah yang menjadi bagian integral dari identitas dan keberlanjutan daerah.

“Investor wajib mengikuti aturan main dan menghargai nilai-nilai lokal. Jangan sampai budaya dan hak warga dikorbankan demi keuntungan sesaat,” ujarnya.

Untuk itu, Ananda mendesak pemerintah daerah memperkuat pelibatan publik sejak tahap awal, termasuk dalam proses perizinan dan konsultasi proyek. Ia menyebut partisipasi aktif masyarakat akan memperkecil risiko kesalahpahaman dan konflik.

“Suara masyarakat terdampak harus didengar, bukan setelah masalah muncul, tapi sejak proyek direncanakan,” tambahnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya edukasi masyarakat mengenai hak mereka serta cara mengawal proses investasi secara legal dan konstruktif.

“Warga yang paham haknya akan lebih siap menghadapi tantangan dan bisa jadi mitra dalam menjaga keberlanjutan pembangunan,” pungkasnya. (*)

Live Draw Taiwan Live Draw Cambodia Live Draw China Live Draw Japan Live Draw Taiwan Hari Ini Hasil Live Draw Japan Terbaru Live Draw China Update Tercepat Data Live Draw Cambodia Lengkap Live Draw Togel Kamboja pantau live draw Japan hari ini cek live draw China terbaru cek hasil live draw Cambodia terbaru pantau live draw Taiwan hari ini togel taiwan live draw togel kamboja togel japan togel taiwan Live Draw Togel China kudbanjarnegara kudbatang kudblora kudboyolali kudcilacap kuddemak kudjepara kudkabbanjarnegara kudkabbanyumas kudkabbatang kudkabboyolali kudkabdemak kudkabgrobogan kudkabjepara kudkabkaranganyar kudkabkebumen kudkabkendal kudkabklaten kudkabmagelang kudkabpati kudkabpekalongan kudkabpemalang kudkabpurbalingga kudkabpurworejo kudkabrembang kudkabsemarang kudkabsragen kudkabtegal kudkabtemanggung kudkabwonogiri kudkabwonosobo kudkaranganyar kudkebumen kudkendal kudklaten kudkotamagelang kudkotapekalongan kudkotasalatiga kudkotasurakarta kudkotategal kudmungkid kudpati kudpemalang kudpurbalingga kudpurwodadi kudpurwokerto kudpurworejo kudrembang kudslawi kudsragen kudsukoharjo kudsumbermakmur kudtemanggung kudungaran kudwonogiri