search

Internasional

Rumah Sakit Al-ShifaGazaPerang Israel-HamasPBB

Serbu Rumah Sakit Al-Shifa, Tentara Israel Cari Pasukan Hamas

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 17 November 2023 | 490 views
Serbu Rumah Sakit Al-Shifa, Tentara Israel Cari Pasukan Hamas
Rumah Sakit Al-Shifa Jadi Tempat Sasaran Penyerangan Israel

Presisi.co - Demi memburu Hamas, pasukan Israel menyerang rumah sakit terbesar di Gaza Al-Shifa pada Rabu (15/11/2023). Penyerangan tersebut dilakukan karena pihak tentara Israel menduga Hamas menjadikan rumah sakit sebagai tempat persembunyian dan perlindungan serta pusat komando Hamas yang berada di bawah rumah sakit tersebut.

Setelah memberikan peringatan kepada pejabat Kementerian Kesehatan Gaza, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerbu rumah sakit Al-Shifa. Setelah dilakukan penggeledahan pada kompleks rumah sakit, mereka mengatakan menemukan senjata, peralatan komunikasi, dan materi intelijen milik Hamas. Namun, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa IDF tidak menemukan senjata apapun disana.

Pada penyerangan yang membabi buta tersebut, diperkirakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terdapat setidaknya 2.300 orang termasuk pasien, staf medis, dan warga sipil yang mencari perlindungan. Kementerian Kesehatan Gaza meminta komunitas internasional dan PBB untuk segera melakukan intervensi dan mendesak Israel menghentikan penyerbuannya.

Penyerang terhadap Rumah Sakit Al-Shifa tersebut mendapat kecaman dari banyak pihak. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tidak ada pembenaran terhadap penyerangan rumah sakit tersebut.

“Rumah sakit bukanlah medan pertempuran,” katanya pada Rabu (15/11/2023) dikutip dari VOA.

Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths mendesak agar setiap pihak yang melakukan pertikaian menghormati hukum kemanusiaan internasional. Dirinya juga mengatakan penyerangan Gaza sudah mencapai tingkat yang sangat serius. Terdapat banyak korban pasien, bayi prematur yang meninggal serta warga sipil yang kehilangan akses kesehatan. 

"Hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut,"pungkasnya.

Editor: Siti Mu'ayyadah