search

Internasional

HamasGencatan Senjata GazaIsraelKonflik Israel-HamasNetanyahuGaza

Hamas Setujui Usulan Perundingan Pembebasan Sandera Israel, Pertanda Konflik di Gaza Berakhir?

Penulis: Rafika
Minggu, 07 Juli 2024 | 1.010 views
Hamas Setujui Usulan Perundingan Pembebasan Sandera Israel, Pertanda Konflik di Gaza Berakhir?
Tentara Hamas. (REUTERS)

Presisi.co - Hamas telah menerima usulan Amerika Serikat (AS) untuk memulai perundingan soal pembebasan sandera Israel, termasuk tentara dan warga sipil, 16 hari setelah tahap pertama kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Hal ini disampaikan seorang sumber Reuters yang namanya tidak disebutkan, seperti dikutip dari VOA, Minggu, 7 Juli 2024.

Menurut sumber tersebut, Hamas telah mencabut tuntutannya agar Israel menyetujui gencatan senjata permanen sebelum menandatangani perjanjian. Kelompok militan Palestina itu juga menyetujui negosiasi selama enam minggu tahap pertama.

Seorang pejabat Palestina yang terlibat dalam upaya perdamaian internasional menyatakan bahwa proposal ini dapat menghasilkan kesepakatan kerangka kerja jika diterima oleh Israel. Diharapkan langkah ini juga akan mengakhiri perang sembilan bulan antara Israel dan Hamas di Gaza.

Seorang sumber dalam tim perundingan Israel, yang meminta namanya tak disebutkan karena sensivitas pembicaraan, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat peluang mencapai kesepakatan terbuka lebar.

Situasi ini sangat berbeda dengan sebelumnya, di mana Israel menganggap persyaratan yang diajukan oleh Hamas tidak dapat diterima.

Pada Sabtu (6/7), juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan komentar karena hari itu adalah Sabat Yahudi.

Namun, pada Jumat, kantornya menyatakan bahwa pembicaraan akan dilanjutkan minggu depan dan mengakui masih adanya perbedaan pendapat antara kedua belah pihak.

Proposal baru tersebut mencakup jaminan dari mediator untuk pelaksanaan gencatan senjata sementara, pengiriman bantuan, dan penarikan pasukan Israel selama pembicaraan tidak langsung melanjutkan tahap kedua perjanjian, kata sumber Hamas.

Upaya untuk mencapai gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan adanya diplomasi aktif antar Washington, Israel, dan Qatar. Qatar memimpin upaya mediasi dari Doha, tempat kepemimpinan Hamas di pengasingan bermarkas.

Sebuah sumber regional mengatakan pemerintah AS berusaha keras untuk mencapai kesepakatan sebelum pemilihan presiden pada November.

Netanyahu mengatakan pada Jumat (5/7) bahwa kepala badan intelijen Israel Mossad telah kembali dari pertemuan awal dengan mediator di Qatar dan negosiasi akan dilanjutkan pada pekan depan. (*)

Sumber: VOA Indonesia

Editor: Rafika