search

Advetorial

Joni Sinatra Gintingdprd samarindaReses Anggota DPRD

Curhat Warga Perumahan Tepian ke Joni Sinatra Ginting: Air Macet dan Sering Mati Listrik

Penulis: Jeri Rahmadani
Senin, 23 Mei 2022
Curhat Warga Perumahan Tepian ke Joni Sinatra Ginting: Air Macet dan Sering Mati Listrik
Anggota DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting, saat menggelar reses di Balai Warga Perumahan Tepian, Minggu, 22 Mei 2022. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Anggota DPRD Kota Samarinda, Joni Sinatra Ginting, menggelar reses di daerah pemilihannya (Dapil) Samarinda Utara dan Sungai Pinang, pada Minggu, 22 Mei 2022.

Reses kali kedua politisi asal Partai Demokrat di Masa Sidang II Tahun 2022 itu digelar di Balai Warga Perumahan Tepian, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam, Lurah Sempaja Timur, Sipriani, serta puluhan warga yang berasal dari RT 3 dan RT 4.

Warga kemudian mengeluhkan sejumlah persoalan kepada Joni saat reses dihelat. Mulai dari keluhan pembangunan drainase dalam rangka penanganan banjir, optimalisasi tiang utilitas listrik, pemberdayaan masyarakat untuk ekonomi mandiri, hingga macetnya distribusi air oleh PDAM.

Kepada awak media, Joni mengatakan bakal menindaklanjuti persoalan. Untuk usulan pembangunan drainase, dirinya akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda.

"Karena jangka waktu pembangunannya lebih dari tiga bulan, maka akan kita masukan di plot anggaran APBD Murni 2023," ujar Joni kepada awak media.

Sementara mengenai usulan lainnya, Joni menegaskan akan langsung mendatangi instansi terkait, seperti di antaranya adalah Perumdam Tirta Kencana Samarinda (PDAM) dan pihak PLN.

"Karena tiang listrik yang ada saat ini sifatnya tidak langsung, hanya menopang. Akhirnya sering terjadi mati listrik. Kita akan teruskan langsung," tutur Joni.

Ada pula mengenai keluhan distribusi air ledeng dari PDAM yang macet, Joni akan meminta Perumda Tirta Kencana dapat bersikap lebih adil.

"Air PDAM selama ini mengalir 3 hari sekali. Artinya ya bagaimana caranya itu bisa mengalir dan didistribusikan secara adil, akan kita sikapi langsung," imbuhnya.

Terkahir, menganai pemberdayaan masyarakat untuk penciptaan ekonomi mandiri, Joni mengarahkan usulan tersebut disinkronkan lewat program dari visi-misi Pemkot Samarinda, yang ditindaklanjuti di ranah kelurahan dan kecamatan.

"Kalau kita kaitan dengan visi misi pak wali kota dan wakil, ini bisa masuk penciptaan 10.000 UMKM. Misalnya seperti bu lurah, ada bisnis roti yang setiap hari berhasil distribusi 100 pcs. Dananya nanti bisa masuk dari Pro Bebaya," pungkasnya. (*)