search

Daerah

Tingkat Pengangguran TerbukaPemkab KukarRPKPD 2027 Kutai KartanegaraInce RadenUniversitas Kutai Kartanegara

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kukar Naik ke Angka 4,40 Persen, Apa Solusinya?

Penulis: Umar Daud Muhammad
1 jam yang lalu | 0 views
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kukar Naik ke Angka 4,40 Persen, Apa Solusinya?
Suasana forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kukar, Kamis 12 Maret 2026. (Presisi.co/Umar Daud Muhammad)

Tenggarong, Presisi.co — Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Kutai Kartanegara menunjukkan tren meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2025, angkanya tercatat mencapai 4,40 persen.

Data tersebut disampaikan Rektor Universitas Kutai Kartanegara Ince Raden dalam forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kukar, Kamis 12 Maret 2026.

Ia memaparkan, pada 2023 TPT Kukar berada di angka 4,05 persen, kemudian naik menjadi 4,11 persen pada 2024, dan kembali meningkat pada 2025.

“Memasuki 2025, TPT menunjukkan tren naik menjadi 4,40 persen,” ujar Ince.

Melihat kecenderungan tersebut, pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk menekan angka pengangguran.

Menurutnya, sejumlah langkah strategis perlu dimasukkan dalam perencanaan RKPD 2027, terutama yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja.

Salah satunya penguatan pendidikan vokasi melalui program link and match antara dunia pendidikan dan industri. Program tersebut diarahkan pada pengembangan SMK dan balai latihan kerja yang terhubung dengan sektor unggulan Kukar, seperti pertambangan, agribisnis, pariwisata, dan energi.

Selain itu, ia mendorong pelaksanaan program padat karya produktif melalui proyek infrastruktur desa, pertanian modern, serta penguatan UMKM berbasis potensi lokal.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga dinilai penting, termasuk pelatihan keterampilan baru melalui skema reskilling dan upskilling yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja modern, sektor ramah lingkungan, hingga teknologi digital.

Ince juga menekankan pengembangan ekonomi kreatif dan digital, dengan dukungan terhadap startup lokal dan digitalisasi UMKM untuk membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Tak kalah penting, kemitraan antara pemerintah daerah dengan industri besar serta Otorita Ibu Kota Nusantara dinilai mampu memperluas serapan tenaga kerja masyarakat Kukar.

“Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Kukar,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi