Dihujat soal Aksi 21 April, Ketua LMP Kaltim Tegaskan Tetap Jaga Kondusifitas
Penulis: Akmal Fadhil
Kamis, 16 April 2026 | 34 views
Ketua MADA LMP Kaltim, Abdulloh yang juga Anggota DPRD Kaltim. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co – Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Kalimantan Timur, Abdulloh, tetap mengimbau seluruh anggota menjaga kondusifitas daerah menjelang rencana aksi 21 April, meski mendapat kritik tajam di media sosial.
Pernyataan Abdulloh sebelumnya terkait sikap organisasi terhadap rencana aksi tersebut memicu beragam respons dari publik.
Ia mengaku menerima ratusan komentar bernada hujatan di akun pribadinya. Namun, hal itu tidak mengubah sikap LMP.
“Saya sudah menyampaikan di media sosial. Walaupun dihujat habis-habisan, tidak apa-apa. Itu bagian dari dinamika,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.
Abdulloh menegaskan, LMP pada prinsipnya tidak menolak aksi unjuk rasa. Ia menyebut penyampaian aspirasi merupakan hak yang dijamin undang-undang.
Meski demikian, ia mengingatkan agar aksi dilakukan secara tertib dan tidak berujung anarkis.
“Demo itu tidak dilarang. Menyampaikan aspirasi boleh, itu hak semua orang. Tapi kami mengimbau agar dilakukan dengan santun dan tidak anarkis,” katanya.
Di tengah polemik tersebut, ia memastikan LMP Kaltim tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan daerah dan akan terus bersinergi dengan TNI dan Polri.
“Laskar Merah Putih Kalimantan Timur bersama TNI-Polri akan terus bekerja sama menjaga kondusifitas daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota LMP agar tidak terlibat dalam aksi dengan membawa atribut organisasi. Abdulloh menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi yang melanggar.
“Secara pribadi silakan saja, tapi kalau menggunakan atribut LMP, itu tidak diperbolehkan. Kalau ada yang turun dengan identitas organisasi, akan saya tindak tegas,” ujarnya.
Abdulloh menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus pusat yang juga mengarahkan agar seluruh jajaran tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama aparat.
“Dari pusat juga sudah jelas, kami diminta tetap bersinergi dengan TNI-Polri untuk menjaga keamanan,” tambahnya.
Terkait isu yang melatarbelakangi rencana aksi, termasuk sorotan terhadap anggaran renovasi, Abdulloh enggan berkomentar lebih jauh dan menyarankan hal tersebut ditanyakan kepada pihak penggagas aksi.
Ia menegaskan, LMP tetap pada posisinya untuk menjaga stabilitas di Kalimantan Timur menjelang aksi yang diperkirakan melibatkan massa dalam jumlah besar.