Campus League Basket 2026 di Samarinda, Perdana Digelar di Luar Pulau Jawa
Penulis: Muhammad Riduan
Sabtu, 09 Mei 2026 | 98 views
Campus League Basket 2026 di Samarinda.(Dok.Campus League)
Samarinda, Presisi.co - Turnamen bola basket antar kampus bertajuk Campus League 2026 resmi digelar di Gedung Serba Guna GOR Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, pada 8 hingga 10 Mei 2026. Ajang ini menjadi regional pertama di luar Pulau Jawa dalam rangkaian kompetisi nasional Campus League.
Sebanyak empat tim putra dari perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) ambil bagian dalam turnamen tersebut, yakni Universitas Mulawarman (Unmul), Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Head of Competition and Talent Development Campus League, Dave Leopold mengatakan kompetisi basket Campus League 2026 dibagi ke dalam lima regional, yakni Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta.
“Regional Surabaya dan Jogja sudah berjalan, sekarang Samarinda sedang berlangsung. Samarinda ini menjadi kota pertama di luar Jawa,” ujar Dave.
Ia menjelaskan, jumlah peserta di setiap regional berbeda-beda. Seperti halnya Surabaya yakni 16 tim putra dan 8 tim putri. Sementara Yogyakarta diikuti 13 tim putra dan 8 tim putri.
Untuk regional Samarinda, kata Dave, jumlah peserta masih terbatas karena Campus League masih dalam tahap pengenalan di Kalimantan.
“Karena ini pertama kali di luar Jawa, jadi peminatnya masih meraba-raba apa itu Campus League. Makanya di Samarinda baru ada empat tim kampus,” jelasnya.
Dengan jumlah peserta yang hanya empat tim, format kompetisi di Samarinda menggunakan sistem setengah kompetisi tanpa semifinal maupun final. Penentuan juara langsung berdasarkan klasemen akhir.
“Hari pertama penentuan, hari kedua penentuan, dan hari ketiga juga penentuan. Jadi kalau ada tim yang sama-sama menang, persaingan akan seru di hari terakhir,” katanya.
Dave menambahkan, untuk putaran nasional nantinya akan diikuti 10 tim putra dan 8 tim putri hasil seleksi dari seluruh regional. Khusus regional Samarinda mendapat satu slot wakil putra ke tingkat nasional.
Meski peserta di Samarinda masih sedikit, Dave melihat potensi pebasket di Kalimantan Timur cukup berkembang dan kompetitif.
“Potensi pebasket di Kaltim saya lihat ada perkembangan, karena kompetisi antar-SMA juga berjalan. Tinggal setelah lulus SMA mereka mau melanjutkan ke mana,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih Basket Polnes, Sandy Indrachaya, mengakui persiapan timnya belum maksimal karena terkendala fasilitas latihan.
“Dari Polnes termasuk minim persiapan karena ada beberapa kendala, terutama soal lapangan kampus. Tapi kami tetap mencoba memaksimalkan persiapan menuju pertandingan akhir pekan,” ujarnya.
Salah satu pemain peserta, Risky, menyambut positif hadirnya Campus League di Kaltim. Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa pecinta basket untuk tetap berkompetisi setelah lulus SMA.
“Ini pestanya mahasiswa yang suka basket. Dari dulu saya tunggu, jadi anak-anak basket bukan cuma SMA saja yang punya mimpi main di DBL, tapi mahasiswa juga masih ingin bermain basket,” katanya.
Ia berharap Campus League dapat terus digelar secara berkelanjutan di Kalimantan Timur agar mampu melahirkan lebih banyak talenta basket dari daerah.(*)