search

Daerah

Insinerator SampahPemkot SamarindaTWAP SamarindaPenanggulangan Sampah

Tujuh Insinerator Telah Rampung, Tiga Lagi Dikebut Pemkot Samarinda

Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Tujuh Insinerator Telah Rampung, Tiga Lagi Dikebut Pemkot Samarinda
Kondisi insenarator di Polder Air Hitam.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan kesiapan operasional insinerator pengolah sampah yang dibangun di sejumlah titik wilayah kota. Dari total 10 unit insinerator yang direncanakan, sebanyak tujuh unit telah rampung 100 persen, sementara tiga unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Ketua Tim Wali Amanat Pembangunan (TWAP) Pemkot Samarinda, Safarudin mengatakan bahwa sebagian besar pembangunan fisik insinerator telah selesai. Namun, masih ada beberapa pekerjaan pendukung yang harus dituntaskan sebelum seluruh unit dapat dioperasikan.

“Totalnya ada 10 insinerator. Tujuh sudah selesai 100 persen. Sisanya tinggal melengkapi kebutuhan listrik dan air sebagai penunjang operasional,” ungkapnya, Rabu 14 Januari 2026.

Pria yang karib disapa Safar tersebut menjelaskan, sistem insinerator yang dibangun dirancang ramah lingkungan. Asap hasil pembakaran sampah dialirkan ke dalam air sehingga tidak menimbulkan polusi udara.

Selain sarana utama, persoalan akses menuju lokasi insinerator juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas PUPR, ditemukan sejumlah lokasi yang memiliki jarak cukup jauh dari jalan utama.

“Di Tani Aman jaraknya sekitar 300 hingga 400 meter dari jalan. Di Baqa dan sekitar Stadion Kelurahan Simpang Pasir juga sama. Aksesnya ada yang perlu pengerasan sepanjang 200 sampai 400 meter,” jelasnya.

Untuk jangka pendek, Pemkot Samarinda akan melakukan pengerasan jalan menggunakan material batu agar kendaraan pengangkut sampah dapat masuk tanpa hambatan. Sementara untuk jangka panjang, akses jalan tersebut akan dicor permanen.

Ia optimistis, apabila pekerjaan akses dan kelengkapan pendukung selesai, seluruh insinerator dapat segera difungsikan. Namun sebelum beroperasi penuh, operator akan dibekali pelatihan teknis terlebih dahulu.

“Kalau ini sudah dilakukan, insinerator bisa langsung berfungsi. Tapi sebelum itu, operatornya harus dilatih secara teknis,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Samarinda, Suwarso mengungkapkan bahwa tiga titik insinerator yang masih berproses berada di Kelurahan Baqa, Handil Bakti, dan Tani Aman.

“Keterlambatan di Baqa dan Handil Bakti karena kendala nonteknis, terutama terkait lahan. Tapi sekarang lahan sudah aman semua,” katanya.

Adapun di Tani Aman, keterlambatan disebabkan oleh kebutuhan infrastruktur tambahan seperti akses jalan, ketersediaan air, dan jaringan listrik. Meski demikian, Suwarso memastikan seluruh pekerjaan tersebut masih berjalan sesuai paket kegiatan.

“Sekarang progres di tiga titik itu sekitar 60 sampai 70 persen. Harapan kami kehadiran insinerator ini clear, baik dari sisi lingkungan maupun sosial,” pungkasnya.

Pemkot Samarinda menargetkan seluruh pembangunan insinerator dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan, sehingga pengelolaan sampah berbasis insinerasi dapat segera dioperasikan secara optimal. (*)

Editor: Redaksi