search

Advetorial

DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle Sapto Setyo Pramono Proyeksi APBD 2026 Revisi Anggaran 2025 Rapat Dengar Pendapat Bapenda Kaltim BPKAD Kaltim Perencanaan Fiskal Daerah Penyusunan Anggaran Sinkronisasi Data Pendapatan Daerah Kebijakan Anggaran Pembangunan IKN Rancangan KUA-PPAS Kalimantan Timur

DPRD Kaltim Mulai Matangkan Proyeksi APBD 2026 dan Revisi Anggaran 2025

Penulis: Akmal Fadhil
Rabu, 28 Mei 2025 | 695 views
DPRD Kaltim Mulai Matangkan Proyeksi APBD 2026 dan Revisi Anggaran 2025
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle.

Samarinda, Presisi.co— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur mulai membahas arah kebijakan anggaran daerah dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu 28 Mei 2025.

Pembahasan ini mencakup dua agenda penting, yaitu revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 serta proyeksi awal APBD 2026.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengatakan rapat ini menjadi langkah awal untuk memantapkan perencanaan fiskal daerah secara menyeluruh. Ia menilai keterlibatan aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting dalam memastikan anggaran disusun berdasarkan kebutuhan riil.

“Pembahasan prognosis pendapatan sebaiknya dilakukan secara paralel oleh semua komisi. Karena hampir semua OPD terlibat dalam penyusunan program,” ujarnya usai rapat yang digelar di Gedung E DPRD Kaltim.

Rapat juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II, Sapto Setyo Pramono, serta anggota lainnya, termasuk Abdul Giaz, Firnadi Ikhsan, dan Guntur. Mereka menyoroti pentingnya sinkronisasi data dan capaian pendapatan sebagai dasar penyusunan anggaran mendatang.

Sabaruddin mengingatkan, pembahasan awal seperti ini idealnya sudah dimulai sejak Mei, agar pembahasan resmi di paripurna bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

“Kami ingin pastikan penyusunan anggaran ini berjalan dengan proyeksi yang realistis, berdasarkan capaian dan potensi pendapatan daerah,” katanya.

Proyeksi APBD 2026 juga diharapkan dapat menjawab tantangan fiskal di tengah dinamika pembangunan, termasuk penyesuaian dengan kebijakan pusat serta pengaruh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap belanja dan pendapatan daerah.

Komisi II menargetkan hasil pembahasan ini dapat menjadi dasar penyusunan Rancangan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara) dalam waktu dekat. (*)

Live Draw Taiwan Live Draw Cambodia Live Draw China Live Draw Japan Live Draw Taiwan Hari Ini Hasil Live Draw Japan Terbaru Live Draw China Update Tercepat Data Live Draw Cambodia Lengkap Live Draw Togel Kamboja pantau live draw Japan hari ini cek live draw China terbaru cek hasil live draw Cambodia terbaru pantau live draw Taiwan hari ini togel taiwan live draw togel kamboja togel japan togel taiwan Live Draw Togel China kudbanjarnegara kudbatang kudblora kudboyolali kudcilacap kuddemak kudjepara kudkabbanjarnegara kudkabbanyumas kudkabbatang kudkabboyolali kudkabdemak kudkabgrobogan kudkabjepara kudkabkaranganyar kudkabkebumen kudkabkendal kudkabklaten kudkabmagelang kudkabpati kudkabpekalongan kudkabpemalang kudkabpurbalingga kudkabpurworejo kudkabrembang kudkabsemarang kudkabsragen kudkabtegal kudkabtemanggung kudkabwonogiri kudkabwonosobo kudkaranganyar kudkebumen kudkendal kudklaten kudkotamagelang kudkotapekalongan kudkotasalatiga kudkotasurakarta kudkotategal kudmungkid kudpati kudpemalang kudpurbalingga kudpurwodadi kudpurwokerto kudpurworejo kudrembang kudslawi kudsragen kudsukoharjo kudsumbermakmur kudtemanggung kudungaran kudwonogiri