Guntur Gelar PDD Keempat di Tenggarong Seberang, Soroti Pentingnya Tata Ruang Berkelanjutan
Penulis: Presisi 1
Sabtu, 09 Mei 2026 | 56 views
Suasana Penguatan Demokrasi Daerah keempat yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Kaltim, Guntur di Tenggarong Seberang. (Sumber: Istimewa)
Tenggarong, Presisi.co – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) keempat di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut mengangkat tema Tata Ruang Berkelanjutan untuk Masa Depan Pembangunan Daerah. Hadir sebagai narasumber M Suria Irfani dan Hendri Aritno, serta dipandu moderator Ardian.
Dalam sambutannya, Guntur menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tata ruang memiliki peran penting sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah agar lebih tertata dan tidak memicu konflik pemanfaatan lahan.
“Kita ingin pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan. Tata ruang menjadi instrumen penting agar pembangunan tidak saling bertabrakan antarwilayah maupun antarsektor,” katanya.
Ia menjelaskan, penataan ruang tidak hanya berkaitan dengan penggunaan lahan, tetapi juga menyangkut keseimbangan antara kawasan permukiman, pertanian, industri, hingga kawasan lindung.
Selain itu, Guntur menilai keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi hal penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan warga.
“Masyarakat harus dilibatkan dalam proses pembangunan, termasuk dalam pengawasan tata ruang di daerah,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber M Suria Irfani menyampaikan bahwa tata ruang berkelanjutan menjadi tantangan penting di Kalimantan Timur di tengah meningkatnya pembangunan dan investasi.
“Kalau tata ruang tidak direncanakan dengan baik, dampaknya bisa berupa banjir, konflik lahan, hingga penurunan kualitas lingkungan,” jelasnya.
Ia menilai pembangunan daerah harus dibarengi dengan penguatan kebijakan lingkungan serta pengawasan pemanfaatan ruang secara konsisten.
“Pembangunan harus tetap menjaga keseimbangan ekologi agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Narasumber lainnya, Hendri Aritno, menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam proses penataan ruang dan pembangunan daerah.
“Partisipasi masyarakat penting agar pembangunan lebih transparan dan benar-benar berpihak pada kebutuhan warga,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan pemanfaatan ruang yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan PDD ini, Guntur berharap masyarakat semakin memahami pentingnya tata ruang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan daerah yang tertib, adil, dan berwawasan lingkungan di Kalimantan Timur.