search

Advetorial

GunturPenguatan Demokrasi DaerahLiterasi Politikpdi perjuanganDPD PDIP KaltimDPRD Kaltim

Guntur Dorong Literasi Politik Warga dalam Penguatan Demokrasi Daerah di Muara Badak

Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 11 April 2026 | 47 views
Guntur Dorong Literasi Politik Warga dalam Penguatan Demokrasi Daerah di Muara Badak
Suasana Penguatan Demokrasi Daerah ketiga yang dilaksanakan oleh Guntur, Anggota DPRD Kaltim. (Sumber: Istimewa)

Tenggarong, Presisi.co — Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ketiga di Desa Gas Alam 1, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber M Suria Irfani dan Hendri Aritno, serta dipandu moderator Ardian. Agenda tersebut berfokus pada peningkatan literasi politik masyarakat sebagai fondasi penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di daerah.

Dalam sambutannya, Guntur menekankan pentingnya kesadaran politik masyarakat, terutama dalam menyikapi arus informasi yang kian deras di era digital.

“Literasi politik itu menjadi kunci. Masyarakat harus bisa memilah informasi, jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi, termasuk dalam menentukan pilihan politik.

“Kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh masyarakatnya. Kalau masyarakatnya cerdas, maka pemimpin yang lahir juga akan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber M Suria Irfani memaparkan bahwa pendidikan politik memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai proses demokrasi.

“Pendidikan politik membantu masyarakat memahami bagaimana sistem bekerja, sekaligus mendorong keterlibatan aktif, baik dalam pemilu, musrenbang, maupun pengawasan kebijakan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, seperti maraknya hoaks, rendahnya pemahaman politik dasar, serta kecenderungan apatisme di kalangan pemilih muda.

Hal senada disampaikan Hendri Aritno yang menilai bahwa penguatan literasi politik perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, partai politik, hingga komunitas masyarakat.

“Peran kolektif ini penting, termasuk menghadirkan ruang-ruang diskusi publik dan edukasi politik berbasis komunitas agar masyarakat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh politik uang maupun disinformasi,” katanya.

Menurutnya, momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi peluang untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat di Kalimantan Timur.

“Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap daerah ini, harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat yang melek politik dan aktif dalam demokrasi,” ujarnya.

Guntur berharap, melalui kegiatan ini, literasi politik masyarakat terus meningkat sehingga mampu membangun budaya demokrasi yang lebih cerdas, inklusif, dan bertanggung jawab di Kalimantan Timur. (*)

Editor: Redaksi