Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar Matangkan Proyek Jembatan Penghubung Sangasanga-Anggana
Penulis: Umar Daud Muhammad
Rabu, 08 April 2026 | 40 views
Kepala DPUPR Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda saat mengunjungi Rujab Bupati Kukar. (Presisi.co/Umar Daud Muhammad)
Tenggarong, Presisi.co - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai mematangkan persiapan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatanan Sanga-sanga-Anggana.
Pada Rabu 8 April 2026, Pemkab Kukar melangsungkan pertemuan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim membahas kelanjutan jembatan penghubung yang digadang menjadi sentra penumbuh ekonomi di daerah pinggiran Kukar tersebut.
Kepala DPUPR Provinsi Kaltim, Firnanda, mengatakan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan provinsi masih dalam tahap studi kelayakan.
Pemerintah masih merincikan dokumen perencanaan teknis (DED) struktur pembangunan jembatan. Karena itu, belum bisa dipastikan kapan konstruksi berjalan.
"Saat ini masih pemaparan Feasibility Study (FS) rencana pembangunan jembatan dari Sanga-sanga ke Anggana. Jadi masih rencana awal pembangunan jembatan," ujarnya.
Pembangunan jembatan penguhubung ini dianggap strategis. Sebab, aksesnya diyakini dapat menumbuhkan mobilitas masyarakar dalam pertumbuhan ekonomi ke depan.
Meski demikian, pemerintah saat ini belum bisa memastikan titik kordinat realisasi pembangunan jembatan tersebut.
"Untuk penentuan lokasi mana yang dipilih masih belum final. Jadi masih ditundingkan diinternal pemerintah provinsi," imbuhnya.
Ia memastikan, komitmen pembangunan jembatan penghubung tersebut guna memberikan akses kepada masyarakat akan terus berlanjut.
"Yang pasti pemerintah provinsi ada niatan bekerja sama dengan Pemkab Kukar untuk membangun akses baru penghubung Kecamatan Sanga-sanga dan Anggana," tuturnya.
Dengan demikian, konstruksi pembangunan jembatan diharapkan mampu menyediakan akses infrastruktur yang memadai kepada masyarakat pinggiran Kabupaten Kukar. Tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi mampu mempermudah mobilitas masyarakat nanti. (*)