search

Daerah

Distanak KukarPemkab KukarPertanian Berbasis SpasialPenyuluh Pertanian

Distanak Kukar Dorong Pendataan Pertanian Berbasis Spasial

Penulis: Umar Daud Muhammad
1 jam yang lalu | 0 views
Distanak Kukar Dorong Pendataan Pertanian Berbasis Spasial
Plt. Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani.(Presisi.co/Umar Daud Muhammad)

Tenggarong, Presisi.co - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendorong transformasi pendataan sektor pertanian dengan pendekatan berbasis spasial. Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan penggunaan aplikasi Google Earth Pro bagi ratusan penyuluh pertanian yang tersebar di berbagai kecamatan.

Plt. Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, menyebutkan bahwa pelatihan ini menyasar sekitar 100 penyuluh sebagai tahap awal penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.

Menurutnya, penguasaan teknologi pemetaan menjadi kunci dalam menghadirkan data pertanian yang lebih akurat dan mudah diverifikasi.

Penyuluh nantinya tidak hanya mencatat data secara manual, tetapi juga mampu memetakan langsung kondisi lahan, jenis tanaman, hingga infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jalan usaha tani.

“Dengan pemanfaatan aplikasi ini, penyuluh bisa melihat kondisi lapangan secara visual, sehingga data yang dihimpun lebih mendekati kondisi sebenarnya,” jelas Rifani pada Rabu, 1 Maret 2026.

Ia menambahkan, penggunaan Google Earth Pro juga memberi kemudahan dalam menilai usulan dari kelompok tani. Pemerintah daerah dapat melakukan pengecekan awal tanpa harus selalu turun ke lokasi, sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan efisien.

Meski demikian, Rifani mengakui bahwa citra yang ditampilkan belum bersifat real-time. Namun, hal tersebut dinilai tidak menjadi kendala besar karena masih cukup representatif untuk kebutuhan analisis awal, bahkan lebih hemat dibandingkan penggunaan drone.

Tak hanya itu, fitur pengukuran dalam aplikasi juga memungkinkan perhitungan kebutuhan pembangunan, seperti panjang jaringan irigasi, dilakukan dengan lebih presisi.

Melalui pelatihan ini, Distanak Kukar berharap sistem pendataan pertanian ke depan tidak hanya berbasis angka, tetapi juga dilengkapi dengan informasi lokasi yang jelas dan terpetakan secara digital.

“Harapannya, setiap data yang masuk sudah memiliki titik koordinat yang pasti, sehingga memudahkan dalam perencanaan maupun pengawasan,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi