Ekti Imanuel: Perbaikan Jalan Kutai Barat-Mahakam Ulu Tuntas Tahun 2027
Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Ekti Imanuel, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyatakan progres perbaikan jalan di wilayah Kutai Barat hingga Mahakam Ulu terus berjalan dan ditargetkan rampung pada 2027.
Ekti menjelaskan, dirinya bersama Wakil Gubernur Kaltim melakukan kunjungan dalam rangka Safari Ramadan sekaligus memantau kondisi infrastruktur jalan, khususnya ruas Tering–Ujoh Bilang sepanjang 135 kilometer.
“Selain Safari Ramadan di Kutai Barat, kami juga melakukan monitoring jalan Tering–Ujoh Bilang yang totalnya 135 kilometer,” ujarnya Senin 23 Maret 2026.
Dari total panjang tersebut, masih terdapat sekitar 33 kilometer jalan yang belum ditingkatkan.
Namun, dari jumlah itu, sekitar 13 kilometer menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara sisanya ditangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Untuk provinsi kurang lebih 13 kilometer yang menjadi tanggung jawab, sedangkan sekitar 20 kilometer ditangani melalui APBN,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun ini pemerintah provinsi kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar yang terbagi dalam empat segmen pekerjaan guna mempercepat peningkatan jalan tersebut.
Menurut Ekti, status jalan yang bersifat non-status memungkinkan pendanaan berasal dari berbagai sumber, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.
“Karena ini jalan non-status, maka APBN, provinsi, dan kabupaten bisa sama-sama masuk dalam pembiayaan,” katanya.
Dengan dukungan lintas anggaran tersebut, ia optimistis perbaikan ruas Tering–Ujoh Bilang dapat diselesaikan sesuai target pada 2027.
“Diperkirakan 2027 rampung untuk 135 kilometer itu,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana melanjutkan pembangunan jalan dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sepanjang 100 kilometer yang saat ini masih dalam kondisi rusak berat.
Proyek tersebut juga diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Tak berhenti di situ, dari Long Pahangai masih terdapat ruas lanjutan sepanjang sekitar 60 kilometer yang juga membutuhkan penanganan, sehingga total pekerjaan infrastruktur jalan di wilayah Mahakam Ulu masih cukup panjang.
Ekti mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan.
Namun, ia menegaskan pemerintah provinsi tetap berkomitmen mendukung peningkatan konektivitas di wilayah pedalaman.
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, tentu berpengaruh pada kecepatan penyelesaian. Tapi gubernur dan wakil gubernur tetap fokus membantu pembangunan jalan, khususnya Tering–Ujoh Bilang hingga Mahakam Ulu,” pungkasnya. (*)