Penulis: Akmal Fadhil
SAMARINDA, Presisi.co – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pokok Pikiran (Pokir) sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, mengungkapkan jumlah usulan program yang masuk dalam pembahasan Pokir tahun anggaran mendatang mencapai 306 usulan dari seluruh fraksi.
Ia menjelaskan, dari semula 126 judul program berkembang menjadi 167 judul dalam pembahasan. Untuk 2026, jumlah yang mengerucut menjadi sekitar 160 usulan program.
“Dari keseluruhan itu usulan dari seluruh fraksi ada 306. Setelah kita pelajari, memang ada beberapa yang sama atau tumpang tindih antar fraksi, sehingga perlu diselaraskan,” ujarnya saat diwawancarai Rabu, 4 Maret 2026.
Menurutnya, tidak semua usulan dapat diakomodasi. Sejumlah item terpaksa dihapus karena tidak sesuai dengan sektor prioritas atau mengalami duplikasi program.
Pansus pun melakukan penyesuaian dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Baba menegaskan, pembahasan difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta program-program utama yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Termasuk di dalamnya dukungan terhadap desa melalui dana desa maupun bantuan langsung ke desa.
“Yang kita lihat adalah bagaimana jaminan di sektor pendidikan, kesehatan, serta program prioritas lainnya. Untuk desa tetap ada alokasi, termasuk bantuan bagi masyarakat kecil seperti nelayan dan petani,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sejumlah program untuk nelayan dan petani tetap masuk dalam pembahasan, termasuk dukungan sarana produksi.
Namun, ada beberapa item yang tidak bisa diakomodasi karena harus menjaga keseimbangan anggaran dan menyesuaikan regulasi, termasuk kebijakan dari pemerintah pusat.
“Tidak semua bisa masuk karena harus imbang. Ada juga yang kewenangannya di pusat. Kecuali nanti ada izin atau skema penggabungan program,” katanya.
Selain itu, Pansus juga mempertimbangkan kondisi fiskal ke depan.
Faktor efisiensi anggaran tahun depan serta dinamika global yang berpotensi memengaruhi perekonomian turut menjadi perhatian dalam menyusun prioritas program.
“Tentu ada upaya-upaya efisiensi tahun depan. Kita juga melihat kondisi global yang bisa berdampak pada anggaran. Jadi harus benar-benar selektif,” tambahnya. (*)
Editor: Redaksi




