Bang Ayub Gelar PDD di Desa Sanggulan, Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Demokrasi
Penulis: Presisi 1
Selasa, 26 Mei 2026 | 74 views
Suasana Penguatan Demokrasi Daerah yang digelar oleh Anggota DPRD Kaltim, M Husni Fahruddin. (Sumber: Istimewa)
Tenggarong, Presisi.co – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi Partai Golkar, M Husni Fahruddin atau yang akrab disapa Bang Ayub, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi tersebut menghadirkan narasumber Fajar Darmawan dan Ahmad Faidillah, serta dipandu moderator Rizal. Forum berlangsung interaktif dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bang Ayub menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pemilihan umum, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Demokrasi harus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara agar dapat berperan aktif dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan demokrasi menjadi penting untuk membangun kesadaran politik masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga dalam proses pengambilan kebijakan.
“Partisipasi masyarakat sangat diperlukan agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” katanya.
Bang Ayub juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.
“Perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas dan kemajuan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber Fajar Darmawan menyampaikan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai proses pembangunan dan pengawasan kebijakan publik.
“Demokrasi bukan hanya hak untuk memilih, tetapi juga hak untuk mengawasi dan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Ahmad Faidillah, menekankan pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat agar mampu memahami berbagai isu publik secara objektif dan bertanggung jawab.
“Masyarakat yang memiliki pemahaman politik yang baik akan lebih mampu berpartisipasi secara positif dalam pembangunan daerah,” katanya.
Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini, Bang Ayub berharap masyarakat semakin memahami pentingnya demokrasi sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mendorong lahirnya partisipasi publik yang lebih aktif dalam pembangunan Kalimantan Timur. (*)