Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) resmi menghadirkan kembali pusat kuliner tahunan bertajuk "Samarinda Wisata Belanja Ramadhan 2026". Bertempat di lapangan parkir GOR Segiri, sebanyak lebih dari 150 petak disiapkan untuk memanjakan para pemburu takjil dan kebutuhan Ramadan lainnya.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengungkapkan bahwa persiapan di lokasi saat ini telah memasuki tahap akhir (finishing). Pantauan di lapangan menunjukkan para pedagang sudah mulai menempati lapak sejak Rabu, 18 Februari 2026, untuk menata perlengkapan dagangan.
"Persiapan sudah hampir 100 persen. Total lebih dari 150 petak kami sediakan bagi masyarakat yang ingin berjualan makanan hingga kebutuhan Lebaran," ungkap Muslimin, Kamis, 19 Februari 2026.
Meski beberapa pedagang sudah mulai menggelar lapak, pembukaan secara seremonial dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026 mendatang. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dipastikan hadir untuk meresmikan pusat ekonomi kerakyatan tersebut.
“Secara fungsional aktivitas jual beli sudah mulai berjalan. Namun, peresmian resminya akan dilakukan langsung oleh Bapak Wali Kota pada hari Jumat besok,” jelas Muslimin.
Muslimin menjelaskan bahwa gelaran Pasar Ramadan9 Samarinda 2026 ini dikelola secara swakelola dengan menggandeng event organizer. Pemkot Samarinda sendiri tidak mengucurkan anggaran khusus, melainkan fokus pada penyediaan fasilitas strategis guna mendukung pemulihan ekonomi lokal.
Mengenai biaya sewa, para pelaku usaha dikenakan tarif sebesar Rp1.250.000 per petak. Harga tersebut merupakan paket lengkap yang mencakup fasilitas krusial selama operasional pasar.
“Tarif tersebut sudah termasuk kebutuhan dasar seperti aliran listrik dan fasilitas pendukung lainnya. Kami ingin masyarakat bisa berjualan dengan nyaman tanpa pusing memikirkan teknis,” tambahnya.
Hadirnya Wisata Belanja Ramadan di GOR Segiri ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat perputaran uang, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi dan kuliner ikonik bagi warga "Kota Tepian" sepanjang bulan suci. (*)
Editor: Redaksi



