Pengolahan dan Distribusi Makan Bergizi Gratis di Samarinda Bakal Diperketat
Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar saat di SPPG.(HO/Dok Pemkot Samarinda)
Samarinda, Presisi.co - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan, pasalnya dikabarkan baru-baru ini terdapat ada sebanyak 25 siswa diduga mengalami keracunan.
Kasus itu, menimpa siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang dilaporkan mengalami pusing, mual, dan muntah usai mengonsumsi menu MBG pada Rabu 11 Februari 2026 lalu
“Memang tidak bisa dipungkiri, ini urusan sangat besar. Satu dapur ada yang melayani 1.000, 2.000 bahkan 3.000 porsi. Sebagai kegiatan baru, pasti ada kemungkinan satu dua tempat mengalami kejadian seperti di daerah lain,” ujar Wali Kota Samarinda, Andi Harun merespon mengenai hal itu.
Sebagai langkah dari kunci pencegahan Andi Harun sinergi seluruh pihak. Ia menyebut program MBG merupakan mandat langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sehingga harus dijaga bersama.
“Kuncinya adalah kolaborasi. TNI menjaga, Polri menjaga, pemerintah juga terlibat. Dari pemerintah, kami sudah menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengawasi dari sisi kesehatan makanan,” jelasnya.
Selain pengawasan pemerintah, ia juga menekankan peran mitra penyedia bahan pangan dan pengusaha agar menjaga kualitas bahan baku, peralatan, serta higienitas dapur. Masyarakat pun diharapkan ikut berperan dalam pengawasan.
“Kalaupun tidak bisa sepenuhnya menghindari, kita harus bisa memitigasi. Kita belajar dari kejadian di daerah lain, apa penyebabnya, itu yang kita antisipasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Hendri Umar memastikan pengawasan distribusi dan pengolahan makanan MBG di Samarinda dilakukan secara ketat.
“Kita harus benar-benar strict, ketat dalam pendistribusian bahan mentah, mulai dari pembelian, penyimpanan, pembersihan hingga pencucian. Semua harus higienis,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengawasan melibatkan ahli gizi yang selalu siaga di dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Selain itu, fungsi kedokteran dan kesehatan (Dokes) Polres turut membackup proses food security setiap hari, serta dilakukan pengawasan internal dari fungsi Propam.
“Insyaallah kita sangat memperhatikan higienitas dan kebersihan bahan mentah, termasuk sayur-sayuran yang digunakan di SPPG wilayah Samarinda,” imbuhnya. (*)