search

Berita

Pemprov KaltimSumur MinyakSeno AjiPerusda KaltimPendapatan Asli Daerah

Bidik Tambahan PAD, Perusda Kaltim Didorong Kelola Sumur Minyak yang Sudah Tua

Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Bidik Tambahan PAD, Perusda Kaltim Didorong Kelola Sumur Minyak yang Sudah Tua
Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur. (Presisi.co/Akmal)

Samarinda, Presisi.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, membuka peluang baru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengaktifan kembali ribuan sumur minyak tidak produktif.

Momentum ini muncul setelah terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur pengelolaan sumur tua dan sumur idle.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan regulasi tersebut memberi ruang bagi badan usaha milik daerah (BUMD) untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sumur yang sebelumnya tidak dioperasikan.

“Dengan terbitnya Permen ESDM 2025 tentang lifting migas dan pengelolaan sumur tua serta idle, ini menjadi peluang besar. Kita tahu ada ribuan sumur tidak aktif di Kaltim yang jika direaktivasi bisa menambah lifting minyak daerah,” kata Seno Aji, Selasa 10 Februari 2026.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, terdapat sekitar 3.000 titik sumur di Kaltim yang akan dipetakan ulang untuk melihat kelayakan produksinya.

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target lifting minyak nasional.

Melalui aturan baru itu, BUMD maupun koperasi lokal dapat mengajukan pengelolaan sumur yang masih berada di bawah kendali Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Seno menyebut PT Migas Mandiri Pratama (MMP) sebagai perusda yang memiliki mandat di sektor energi diharapkan mengambil peran strategis. Menurutnya, keterlibatan MMP tak hanya mendukung produksi nasional, tetapi juga berdampak langsung pada kas daerah.

“PAD kita bisa tumbuh jika perusda kita ikut serta dalam pengelolaan tersebut,” ujarnya.

Namun, ia mengakui pengelolaan sumur tua memiliki tantangan teknis dan risiko investasi yang tidak ringan. Sejumlah sumur sebelumnya ditinggalkan karena kadar air tinggi maupun kerusakan struktur sumur.

Karena itu, Pemprov Kaltim meminta dukungan dan pendampingan dari SKK Migas serta Pertamina, terutama dalam penyediaan data teknis dan transparansi informasi.

“Kami berharap ada pencerahan dan pendampingan yang baik, sehingga pelaku usaha daerah memiliki kesiapan sebelum terjun ke sektor ini,” kata Seno.

Jika berjalan optimal, reaktivasi sumur idle di Kaltim diperkirakan mampu menambah produksi minyak hingga 100 ribu–150 ribu barel per hari. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, langkah ini juga diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.