search

Berita

PelindoSistem KepanduanPengolongan KapalJembatan Mahulu

Pelindo Evaluasi Sistem Kepanduan Usai Dua Kali Insiden di Jembatan Mahulu

Penulis: Akmal Fadhil
20 jam yang lalu | 215 views
Pelindo Evaluasi Sistem Kepanduan Usai Dua Kali Insiden di Jembatan Mahulu
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman. (Presisi.co/Akmal).

Samarinda, Presisi.co - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepanduan kapal menyusul dua insiden penabrakan Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) Samarinda dalam waktu berdekatan.

Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang, khususnya di jalur pelayaran strategis sekitar jembatan.

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menegaskan perlunya penguatan pengawasan pemanduan kapal.

Ia menyebut, ke depan sistem kepanduan tidak lagi terbatas pada jam operasional tertentu, melainkan akan disiapkan untuk berjalan selama 24 jam penuh.

“Pembenahan utama ada di aspek kepanduan. Pengawasan harus tetap berjalan meskipun tidak ada jadwal kapal melintas di bawah jembatan,” kata Suparman saat ditemui di Gedung E DPRD Samarinda, Jalan Teuku Umar, Rabu 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, insiden yang terjadi pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026 diduga berkaitan dengan aktivitas kapal yang melintas di luar jam pandu.

Kondisi tersebut menjadi dasar Pelindo untuk mengoptimalkan kembali mekanisme pengawasan yang selama ini dinilai belum maksimal.

“Pengawasan sebenarnya sudah berjalan, namun perlu ditingkatkan agar lebih efektif,” ujarnya.

Dalam upaya peningkatan tersebut, Pelindo berencana memaksimalkan pemanfaatan teknologi, termasuk sistem komunikasi radio dan perangkat pemantauan lain yang dimiliki perusahaan.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan yang berpotensi merugikan infrastruktur vital.

Terkait kerja sama dengan Perusahaan Daerah, Pelindo memastikan telah menjalin koordinasi dengan PT Melati Bhakti Satya (MBS).

Kerja sama tersebut mencakup penyediaan sarana pemanduan seperti kapal tunda serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sekitar jembatan.

Selain itu, jembatan yang berada di kawasan tersebut juga telah diasuransikan melalui skema kerja sama, di mana Pelindo bertindak sebagai pihak pembiaya, sementara Perusda menjalankan pelaksanaannya.

Suparman berharap, evaluasi lintas instansi ini dapat menjadi momentum perbaikan menyeluruh. 

“Koordinasi ini membantu kami mengidentifikasi kelemahan yang ada. Ke depan, semua akan dibenahi sesuai aturan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi