search

Berita

Jembatan MahuluUji JembatanJembatan Ditabrak TongkangPemprov Kaltim

Hasil Uji Keamanan Jembatan Mahulu Bakal Dirilis ke Publik

Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Hasil Uji Keamanan Jembatan Mahulu Bakal Dirilis ke Publik
Potret saat pelaksanaan uji getaran di Jembatan Mahulu. (Presisi.co/Akmal)

Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Dinas PUPR kembali melaksanakan uji beban dan uji dinamis Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Rabu 4 Februari.

Pengujian ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian pasca insiden ketiga kapal yang menabrak fender dan pilar jembatan pada 25 Januari 2026.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kaltim, Muhran, mengatakan uji beban kedua ini difokuskan pada pilar P9 dan P10 yang sebelumnya terdampak tabrakan kapal. 

Pengujian meliputi uji dinamis serta uji non destructive test (NDT/END) guna memastikan kondisi struktur jembatan tetap aman.

“Pengujian ini sebenarnya ingin kami lakukan sesegera mungkin, namun tim uji baru tiba dari Ambon. Hari ini akhirnya bisa kita laksanakan, meski sempat tertunda karena kondisi hujan,” ujar Muhran.

Muhran menjelaskan, uji beban ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat penutupan sementara jembatan selama proses pengujian.

“Ini demi kepentingan kita bersama, untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan jembatan yang merupakan aset publik. Mudah-mudahan hasilnya cepat keluar dan jika memungkinkan jembatan bisa segera dibuka kembali,” jelasnya.

Dalam pengujian tersebut, tim teknis menggunakan truk bermuatan pasir dengan bobot sekitar 8 ton.

Beban ini digunakan untuk mensimulasikan getaran, bukan untuk membebani jembatan secara statis.

Tenaga Ahli Struktur Universitas Gadjah Mada (UGM), Christopher Triyoso, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan dengan metode uji dinamik untuk membaca karakteristik getaran jembatan.

“Kami melihat frekuensi getaran jembatan. Setiap struktur memiliki frekuensi alami yang berkaitan dengan kekakuannya. Jika terjadi perubahan kekakuan akibat kerusakan, maka frekuensinya juga akan berubah,” jelas Christopher.

Pengujian difokuskan pada satu bentang jembatan dengan titik hentakan di tengah bentang dan seperempat bentang.

Menurutnya, metode tersebut sudah cukup untuk menggambarkan kondisi struktur pada bentang yang diuji.

“Hasil sementara belum bisa disimpulkan. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk pengolahan data sebelum diumumkan ke publik,” tambahnya.

Sebelumnya, hasil uji dinamis pada insiden tabrakan pertama dan kedua menyatakan Jembatan Mahulu dalam kondisi aman dan sehat, bahkan untuk lalu lintas di atas 8 ton.

Namun, setelah terjadinya tabrakan ketiga, PUPR Kaltim kembali melakukan pengujian ulang sebagai langkah antisipasi.

Hasil resmi uji beban kedua ini dijadwalkan akan dipublikasikan kepada masyarakat setelah proses analisis selesai. (*)

Editor: Redaksi