search

Daerah

Samarinda Food WeekKulinerMama MertuaKuliner SamarindaRice Box SamarindaCerita BisniskuAnugrah Setiawan

Cerita Owner Mama Mertua: Berani Memulai untuk Kemajuan Kuliner Samarinda

Penulis: Rafika
Kamis, 03 Agustus 2023 | 1.316 views
Cerita Owner Mama Mertua: Berani Memulai untuk Kemajuan Kuliner Samarinda
Booth Mama Mertua di SFW 2023. (Sumber: Rafika/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Outlet Mama Mertua merupakan salah satu tenant makanan yang ramai diburu pengunjung pada event Samarinda Food Week (SFW). Event ini sendiri diselenggarakan mulai 31 Juli hingga 6 Juli mendatang di Lapangan Parkir Utara Gelora Kadrie Oening (Gor Sempaja).

Para pembeli mengantri dengan rapi menunggu rice box pesanan mereka dihidangkan. Tampak pemilik tenant dan teman-temannya sibuk mondar-mandir menyiapkan rice box berisi nasi dengan lauk pauk pedas yang menjadi menu andalan mereka.

Pemilik outlet Mama Mertua, Anugrah Setiawan yang akrab disapa Abi, mengatakan bisnisnya ini baru berjalan sekitar 7 bulan. Partisipasinya di SFW ini pun menjadi kali keduanya mengikuti pameran kuliner.

“Saya baru berkecimpung (di dunia kuliner) baru Desember 2022 kemarin, tujuh bulan yang lalu. Awalnya juga saya hanya coba-coba,” kata Abi.

Di hari kedua SFW, tenant-nya mencatat rekor sebagai salah satu tenant yang produknya habis dengan cepat, yakni di jam 9 malam. Mama Mertua pun sempat mendapatkan penghargaan tenant terbaik di event Pedas Puas yang digelar pada bulan Maret lalu.

“Di SFW hari kedua ini, kami sold out di jam 9 karena antusiasnya masyarakat sama masakan kami. Di event pertama, Pedas Puas Festival, kami mendapat tenant terbaik dan juara kedua masakan terpedas,” bebernya.

Semua ini tentunya bukan proses yang instan. Abi mengungkapkan butuh 4 tahun baginya untuk merealisasikan ide produknya ini.

Ia pun awalnya tak memiliki keberanian untuk berbisnis. Namun, ia memotivasi dirinya, jika dirinya takut untuk bersaing, maka dapat dipastikan akan gagal duluan tanpa hasil yang berarti.

“Ketika kita takut bersaing kita akan gagal duluan, tapi kalau kita berani kita pasti bisa (melakukan) apa saja untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Abi pun kerap melakukan ‘branding’ agar produknya semakin menarik dan melekat di hati konsumen, khususnya warga Samarinda. .

“Untuk (branding) di SFW ini, kita menambah varian baru. Pembeli bisa memilih mau nasi putih atau nasi daun jeruk, yang mana sebelumnya hanya tersedia nasi putih. Kita juga tambahkan menu baru yaitu cumi hitam,” beber lulusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Lebih lanjut, Abi berharap agar kedepannya ada event kuliner yang tenant-nya merupakan UMKM lokal secara keseluruhan. Dengan begitu, ekonomi masyarakat akan meningkat dan menjadi dorongan motivasi bagi orang lain yang masih ragu-ragu untuk memulai terjun ke bidang UMKM lokal.

“Harapan event kuliner, terutama untuk teman-teman event organizer (EO) untuk lebih mengkurasi, kalau bisa, semua yang berpartisipasi adalah UMKM lokal,” papar Abi.

“Supaya meningkatkan ekonomi dan keberanian masyarakat dan teman-teman lainnya tahu bahwa UMKM lokal sangat bisa bersaing dengan brand luar. Buktinya, kita yg notabene adalah UMKM lokal, kita berani bersaing untuk di SFW ini melawan franchise-franchise atau UMKM terkait,” imbuhnya.

Anak Muda Berani Berwirausaha

Belum lama ini, Abi menjadi pembicara di salah satu seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora). Seminar yang bertajuk ‘Wiramuda: Kewirausahaan Pemuda’ ini digelar pada Senin (10/7/2023) silam.

Abi menerangkan bahwasanya saat ini Kemenpora sedang menggalakkan semangat anak muda agar berani berwirausaha.

“Kemenpora itu sedang giat-giatnya mengajak pemuda-pemudi di usia muda atau Gen Z untuk berani berwirausaha,” ujar Abi.

Menurutnya, karena perkembangan teknologi, kebanyakan Gen Z mendapat dampak negatif. Salah satunya, Gen Z ini seringkali merasa pesimis dengan pencapaian orang lain, sehingga kemenpora hadir menanggapi hal demikian.

“Karena kebanyakan Gen Z ini, karena perkembangan teknologi dapat dampak negatif. Gen Z ini merasa ‘kalau saya tidak kuliah saya tidak akan sukses’, jadi kemenpora menanggapi hal demikian mengajak para pemuda jangan takut berwirausaha,” beber Abi.

“Wirausaha pun banyak bentuknya. Bisa apa saja. Apalagi di zaman teknologi sekarang kita dituntut untuk inovatif. Meskipun kadang di lapangan butuh anak yang kreatif. Tapi jangan pesimis untuk anak yang kreatif karena kreatif itu bisa dibuat,” tandasnya.

Abi pun menegaskan agar yang perlu digarisbawahi untuk mulai berwirausaha adalah keberanian. Mama Mertua sendiri lahir sebagai bukti nyata keberanian generasi muda untuk mulai berwirausaha. (*)

Editor: Rafika