search

Advetorial

dprd kaltimReses Anggota DPRDIsmailnasdem

Mengaku Miris, Ismail Sebut Tak Sedikit Petani di Kutim Kekurangan Pupuk

Penulis: Jeri Rahmadani
Sabtu, 27 Februari 2021
Mengaku Miris, Ismail Sebut Tak Sedikit Petani di Kutim Kekurangan Pupuk
Anggota DPRD Kaltim, Ismail ST. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Presisi.co - Produktivitas petani di Kalimantan Timur, masih terancam dengan kurangnya stok pupuk pertanian. Di Kutai Timur, tepatnya di wilayah Kaubun, tak sedikit petani yang mengeluhkan hal tersebut, tepat saat Anggota DPRD Kaltim, Ismail ST datang berkunjung menjaring aspirasi warga. 

Dikatakan Ismail, saat reses perdana di masa sidang I DPRD Kaltim tahun 2021 ini. Sejumlah petani yang bertemu dengannya, meminta agar Politisi Nasdem itu membantu para petani dengan memperjuangkan aspirasi kebutuhan pupuk petani setempat. 

Ismail mengaku miris. Menurutnya, persoalan pupuk di Kaltim hendaknya tak lagi menjadi persoalan klasik. Mengingat, saat ini Kaltim sudah memiliki pabrik pupuk yang beroperasi di Kota Bontang. 

"Ini ironis. Kaltim ada pabrik pupuk, tapi petani masih kekurangan," kata Ismail.

Akan hal tersebut, Ismail berjanji akan segera menyampaikan keluhan para petani di Kaubun ke Pemerintah, agar persoalan yang selama ini menjadi penghambat produktivitas pertanian di Kutai Timur tak lagi di rasakan oleh para petani. 

"Saya setelah dari sini akan diskusi dengan dinas terkait, baik Perkebunan maupun Pertanian agar segera dicarikan solusi guna mengoptimalisasi hasil Pertanian Petani,” terang dia.

Disamping persoalan stok pupuk yang terbatas itu, Ismail turut menyoroti rusaknya sejumlah titik badan jalan Provinsi di Kutim menuju Kabupaten Berau. Kondisi itu kian mengkhawatirkan lantaran, jalan yang rusak dianggap Ismail, mengancam pengendara yang melintas.

"Ini harus jadi perhatian Pemprov. Lebih kurang ada 50 Km jalan yang rusak," katanya. 

Tak kurang dari itu, Ismail juga mengingatkan ke Pemerintah untuk memperhatikan akses jalan pertanian, agar distribusi hasil pertanian di Kutim tak lagi terbentur oleh jalan-jalan yang rusak.

Editor : Oktavianus