search

Daerah

kaltim prima coalTambang LongsorKPCPAMAkutai timurperistiwa

6 Hari Terkubur Longsor Tambang, Jasad Alamsyah Akhirnya Ditemukan

Penulis: Yusuf
Kamis, 20 Februari 2020 | 1.689 views
6 Hari Terkubur Longsor Tambang, Jasad Alamsyah Akhirnya Ditemukan
Wawan Setiawan, GM External Affairs & Sustainbility Development PT KPC

Presisi – Manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Pama Persada Nusantara (PAMA) meyampaikan duka mendalam, setelah jasad mendiang Alamsyah Arsyad (44) ditemukan, Kamis (20/2) sekitar pukul 11.00 Wita.

“Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Kami atas nama manajemen, menyampaikan rasa duka yang mendalam,” tulis Wawan Setiawan, GM External Affairs & Sustainbility Development, melalui rilis resminya.

Tubuh mendiang Alamsyah sendiri, dikabarkan berhasil ditemukan di areal Inpit Dump, Plt Kanguru setelah sekira 6 hari menghilang.

Sejak ditemukan, jenazah lalu dikirim ke klinik ISOS Swargabara dan RSUD Kudungga, untuk pemeriksaan akhir sebelum diserahkan ke pihak keluarga, mengingat jenazah direncanakan akan di bawa ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan, untuk dikebumikan.

“Kami sampaikan terima kasih atas kerja seluruh tim pencari,” lanjut Wawan setiawan.

Mewakili keluarga korban, Suharman menyebut bahwa pihaknya sengaja datang langsung dari Sulawesi ke Sangatta khusus untuk menunggu ditemukannya jasad Alamsyah.

“Alhamdulillah, jasad sudah ditemukan. Kami pihak keluarga sangat menunggu jasadnya ini,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Alamsyah Arsyad yang merupakan karyawan PT Pamapersada Nusantara mengalami kelakaan kerja, Sabtu (15/2) siang lalu.

Alamsyah dikabarkan terbawa longsoran tanah saat tengah bertugas melakukan pengawasan di area Inpit Dumping yang dikelola oleh PT Pama, dan Alamsyah diketahui berdiri diatas tumpukan material dumping, hingga terjadi longsor.

Atas hal tersebut, operasional PT Pama di Inpit Dump Plt Kanguru sempat dihentikan sementara waktu, mengingat jasa Alamsyah saat itu belum ditemukan. 

Dalam proses pencarian jasad korban, PT KPC lanjut melaporkan kejadian kepada pihak Kepala Inspektur Tambang (KAIT) Kementerian ESDM untuk segera melakukan proses investigasi, dipimpin oleh Inspektur Tambang.