Pembangunan Ulang Los Sayur Pasar Segiri Samarinda Rampung April 2026
Penulis: Muhammad Riduan
Selasa, 21 April 2026 | 65 views
Kondisi terkini pembangunan kembali los sayur Pasar Segiri Samarinda.(Presisi.co/Muhammad Riduan)
Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan pembangunan ulang los sayur di Pasar Segiri selesai pada April 2026, pasca kebakaran yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan bahwa progres pembangunan saat ini telah memasuki tahap pemasangan struktur utama.
“Targetnya bulan ini harus selesai, karena sudah mulai terpasang tiang-tiangnya,” ungkapnya, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, konsep pembangunan dilakukan menyerupai kondisi sebelumnya. Bangunan dibuat semi permanen agar proses pengerjaan dapat berlangsung cepat dan pedagang bisa segera kembali beraktivitas.
“Kita bangun seperti eksisting. Ini cepat karena semi permanen, hanya atap dan dinding seperti sebelumnya, tidak terlalu rumit,” jelasnya.
Pemkot Samarinda berharap para pedagang, khususnya yang bergerak di sektor grosir sayur, dapat kembali berjualan secepatnya. Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas distribusi bahan pangan di Samarinda.
“Di sana itu pusat grosir, seperti tomat, kol, dan cabai. Kalau terlambat, bisa berdampak pada inflasi karena distribusi ikut terganggu,” tambahnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang telah diarahkan untuk berjualan sementara di sejumlah titik alternatif, baik di kios yang tersedia maupun lokasi lain di sekitar pasar.
“Yang penting tetap bisa berjualan. Kami beri keleluasaan, yang penting tetap memenuhi kewajiban retribusi,” katanya.
Diketahui, kebakaran hebat terjadi di Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, Samarinda Ulu, pada Kamis dini hari, 26 Maret 2026. Insiden tersebut menghanguskan 44 bangunan, terdiri dari 20 kios berbahan kayu dan 24 ruko.
Pemerintah memastikan percepatan pembangunan menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi pedagang segera pulih dan tidak berdampak luas terhadap pasokan bahan pokok di kota tersebut.(*)