Samarinda Jajaki Proyek PLTSa, Terkendala Kebutuhan Sampah 1.000 Ton
Penulis: Muhammad Riduan
Selasa, 21 April 2026 | 56 views
Ilustrasi kondisi sampah di TPA Sambutan.(Presisi.co/Muhammad Riduan)
Samarinda, Presisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi alternatif. Namun, proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pemenuhan volume sampah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Basuni menyampaikan bahwa progres terbaru proyek ini telah memasuki tahap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak terkait.
“Terakhir yang saya ketahui, sudah dilakukan penandatanganan kerja sama. Pak Suwarso (Plt Kepala DLH) juga sudah ke Jakarta untuk memastikan hal tersebut,” ungkapnya, Senin 20 April 2026.
Basuni menjelaskan, salah satu syarat utama proyek PLTSa adalah ketersediaan sampah dalam jumlah besar, yakni sekitar 1.000 ton per hari. Sementara itu, produksi sampah di Samarinda saat ini masih berada di kisaran 560 hingga 600 ton per hari.
“Kita masih kekurangan. Itu yang menjadi pertimbangan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan daerah lain seperti Kutai Kartanegara, Balikpapan, atau bahkan IKN,” jelasnya.
Ia menegaskan menambah produksi sampah secara sengaja bukanlah solusi yang ideal. Karena itu, pendekatan kolaboratif antarwilayah dinilai menjadi opsi paling realistis.
Selain persoalan volume sampah, proyek ini juga membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek lain, seperti teknologi, pendanaan, serta sistem operasional.
“Ini kerja sama, jadi tergantung kesiapan kedua belah pihak. Semakin cepat tentu semakin baik, tapi tidak bisa ditentukan waktunya secara pasti,” katanya.
Meski masih dalam tahap penjajakan, Pemkot Samarinda menilai PLTSa sebagai solusi ideal dalam pengelolaan sampah. Berbeda dengan metode konvensional seperti open dumping atau sanitary landfill, teknologi ini dinilai mampu mengolah sampah hingga habis sekaligus menghasilkan energi listrik.
“Kalau bisa dikelola menjadi energi listrik, sampah itu benar-benar habis. Itu yang menjadi tujuan jangka panjang,” pungkasnya.(*)