search

Daerah

Puskesmas SamarindaBLUDDinkes SamarindaPemkot Samarinda

Seluruh Puskesmas di Samarinda Kini Berstatus BLUD, Dinkes Klaim Layanan Makin Optimal

Penulis: Muhammad Riduan
Kamis, 16 April 2026 | 67 views
Seluruh Puskesmas di Samarinda Kini Berstatus BLUD, Dinkes Klaim Layanan Makin Optimal
Potret Puskesmas Remaja. (Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Dinas Kesehatan Kota Samarinda memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di kota tersebut kini telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, menyebut hingga 2026 terdapat 28 unit BLUD yang terdiri dari 26 puskesmas, satu rumah sakit yakni RSUD IA Moeis, serta satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

“Total BLUD di Samarinda ada 28. Ini sudah bertahap sejak 2020 hingga terakhir tujuh puskesmas yang mulai berjalan sebagai BLUD per 1 Januari 2026,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, penerapan BLUD merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Seluruh puskesmas kini telah menerapkan sistem tersebut untuk memperkuat layanan, baik di tingkat primer maupun rujukan.

Menurutnya, skema BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, namun tetap berada dalam koridor aturan yang ketat.

“Fleksibilitas bukan berarti tanpa aturan. Semua tetap diatur sesuai tata kelola yang berlaku,” jelasnya.

Ismed menegaskan, setiap unit BLUD wajib memiliki struktur pengelolaan yang jelas, mulai dari kepala BLUD, pejabat teknis, hingga pejabat keuangan yang ditetapkan melalui keputusan kepala daerah.

Dari sisi kinerja, ia mengklaim penerapan BLUD memberikan dampak positif. Pada 2025, lima kategori pelayanan publik terbaik di Samarinda diraih oleh fasilitas kesehatan yang telah berstatus BLUD.

Selain itu, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai signifikan, dengan sumbangan sekitar 20 persen dari sektor tersebut.

Salah satu capaian menonjol datang dari Labkesda Samarinda yang melampaui target pendapatan. Dari target Rp4 miliar pada 2025, realisasi pendapatan mencapai hampir Rp6 miliar.

“Tidak hanya dari sisi pendapatan, Labkesda juga ditetapkan sebagai yang terbaik se-Indonesia dari sisi kinerja pelayanan,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama BLUD bukan untuk mencari keuntungan, melainkan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Prinsip utama BLUD adalah pelayanan, bukan profit. Jika kinerja meningkat dan pendapatan ikut naik, itu menjadi nilai tambah,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi