Penulis: Akmal Fadhil
Samarinda, Presisi.co — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, angkat bicara terkait sorotan publik terhadap gaya komunikasinya saat wawancara dengan media yang belakangan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, politisi PDI Perjuangan itu terlihat beberapa kali terbata-bata saat menjawab pertanyaan wartawan, sehingga memicu beragam tanggapan dari warganet.
Ia mengakui, cara penyampaiannya belum maksimal, namun meminta masyarakat tidak mengabaikan isi pesan yang disampaikan.
“Ke depan tentu akan saya perbaiki. Tapi saya berharap publik juga melihat konteks yang saya sampaikan,” ujarnya Senin 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, wawancara tersebut berkaitan dengan insiden tabrakan jembatan di Samarinda yang terjadi berulang kali.
Bahkan, menurutnya, pada hari yang sama saat video itu ramai diperbincangkan, insiden serupa kembali terjadi pada malam hari.
Ananda menegaskan, pesan utama yang ingin disampaikan adalah dorongan agar instansi terkait lebih serius dalam menjalankan tanggung jawabnya, guna mencegah kejadian berulang.
“Saya ingin menekankan agar pihak yang bertanggung jawab benar-benar bekerja dengan optimal, sehingga kejadian serupa tidak terus terulang,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya saat wawancara berlangsung kurang prima, yang turut memengaruhi cara penyampaiannya di depan kamera.
Meski demikian, Ananda memastikan kritik yang muncul akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik ke depan.
“Tentu ini menjadi masukan bagi saya untuk berbenah dan menyampaikan pesan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)
Editor: Redaksi



