Pemprov Kaltim Dorong Untag Samarinda Kawal Program Gratispol Agar Tepat Sasaran
Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Sekda Kaltim saat menghadiri pelantikan Rektor Untag 45 Samarinda. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi untuk suksesi Program Pendidikan Gratispol.
Hal itu lantaran kebijakan pendidikan gratis yang telah berjalan sejak 2025 dan menyasar mahasiswa hingga jenjang doktoral.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, saat menghadiri pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda periode 2026–2029 yang berlangsung di Auditorium H. M. Ardans, Rabu 14 Januari 2026.
Sri Wahyuni menyampaikan, Gratispol merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang selama ini terkendala faktor ekonomi.
Program ini mencakup pembiayaan pendidikan mulai dari jenjang Diploma hingga Strata Tiga (S3), dengan tujuan memastikan kesempatan melanjutkan studi dapat dinikmati secara merata oleh putra-putri Kalimantan Timur.
“Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada potensi generasi muda yang terhenti hanya karena persoalan biaya. Gratispol adalah instrumen untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif,” kata Sri Wahyuni mewakili Gubernur Kaltim.
Ia menambahkan, implementasi Gratispol tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya semata, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi agar program berjalan efektif dan bertanggung jawab.
Dalam konteks tersebut, UNTAG Samarinda diharapkan dapat mengambil peran strategis, terutama dalam menjaga kualitas layanan akademik, tata kelola kampus yang transparan, serta pendampingan mahasiswa penerima bantuan agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
Sri Wahyuni juga mengingatkan agar kebijakan pendidikan gratis tidak disalahartikan sebagai kelonggaran dalam disiplin akademik.
“Bantuan ini harus diiringi dengan keseriusan mahasiswa. Karena itu, kampus dan pemerintah perlu bersama-sama melakukan pembinaan dan supervisi,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan Gratispol sebagai kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri dan menjaga integritas, mengingat program tersebut merupakan investasi jangka panjang daerah.
“Perguruan tinggi adalah ruang menyiapkan masa depan Kalimantan Timur. Apa yang dilakukan mahasiswa hari ini akan menentukan kualitas daerah ke depan,” tutupnya. (*)