search

Daerah

Sungai Karang MumusSamarindaHijau

Air Sungai Karang Mumus Menghijau, Warga Samarinda Tetap Asyik Memancing

Penulis: Giovanni Gilbert Anras
Kamis, 23 Mei 2024 | 690 views
Air Sungai Karang Mumus Menghijau, Warga Samarinda Tetap Asyik Memancing
Warga Samarinda yang sedang asyik memancing di bibir Sungai Karang Mumus. (Dokumentasi/Gio)

Samarinda, Presisi.co – Beberapa hari terakhir, warna air di Sungai Karang Mumus (SKM) mengalami perubahan. Semula berwarna coklat, dan kini menjadi hijau.

Fenomena itu tak menyurutkan niat warga untuk pergi memancing ikan di sungai yang membelah jantung Kota Tepian itu. Seperti yang dilakukan warga di sekitaran bibir SKM, segmen Jalan Tarmidi, Samarinda Kota, Rabu (22/5/2024).

 Di sana, sekumpulan warga terlihat sedang bersantai. Beberapa orang asyik memancing. Ada yang lengkap membawa perlengkapan pancing, seperti joran hingga peralatan lainnya. Ada juga yang mencari ikan menggunakan jala.

Angki, warga sekitar, yang ditemui Presisi.co, mengaku datang ke SKM karena mendengar kabar bahwa ikan patin bermunculan semenjak air SKM menghijau.

Keanehan pada permukaan SKM itu, disebut Angki seperti air payau. “Bau dan warnanya seperti air payau,” kata Angki.

Duduk hampir satu jam di peraduannya, Angki telah mendapat satu ekor ikan patin. Panjangnya kurang lebih 15 sentimeter. Di sisi lain, ember milik pria 37 tahun tersebut, nyaris terisi penuh dengan ikan-ikan kecil yang ditangkapnya.

“Saya memancing karena memang hobi saja,” cakap pria yang tinggal di Jalan PM Noor tersebut.

Hasil tangkapannya sore itu, bukan untuk dijual. Ikan-ikan tersebut bakal berakhir di penggorengan, kemudian dimakan bersama keluarga.

Angki juga mengutarakan, memancing di sungai lebih baik ketimbang di kolam pemancingan. “Di tempat pemancingan biasanya ikan bau lumpur, karena enggak ada sirkulasi air,” jelasnya.

Pria yang berprofesi sebagai tukang servis barang elektronik tersebut mengaku, menghabiskan waktu memancing sambil menunggu panggilan pekerjaan. “Sambil menunggu panggilan servis AC atau kulkas dari pelanggan,” tandas pria kelahiran Malang itu. (*)