Ronal Lonteng Ingatkan Kemerdekaan Harus Dirasakan Semua Warga
Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 20 Agustus 2026 | 317 views
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng. (Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai tidak cukup dimaknai lewat seremoni. DPRD Samarinda menilai kemerdekaan juga harus tercermin dari terpenuhinya hak warga, terutama masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyebut perhatian tersebut mencakup warga kurang mampu, janda, anak terlantar hingga masyarakat yang belum mendapat pelayanan publik secara layak.
“Adil itu bagaimana kita bisa memperhatikan orang-orang susah, janda-janda kurang mampu, anak-anak terlantar,” ujar Ronal, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, makna kemerdekaan juga berkaitan dengan pemerataan pembangunan. Infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia dinilai tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Ronal menekankan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia. Ia mendorong penambahan akses sekolah serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
“Harapannya diperbanyak sekolah. Kesehatannya itu lebih ditingkatkan lagi pelayanannya. Agar supaya anak yang sehat akan mendapatkan imun yang baik. Kalau imunnya baik, dia mampu akan mendapatkan tingkat kecerdasan yang baik,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda tidak hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga dan mengisinya.
“Mari kita mengisi kemerdekaan yang ke-81 ini dengan rasa cinta tanah air dan bangsa. Kita mengisi kemerdekaan ini bagaimana kita harus ikut memperjuangkan hak-hak kemerdekaan,” ucapnya.
Ronal kemudian mengaitkan kemerdekaan dengan kedaulatan politik, ekonomi dan kebudayaan. Menurutnya, Indonesia harus mampu menentukan arah politiknya sendiri tanpa intervensi negara lain.
“Kita harus merdeka atas dasar Indonesia yang berdaulat. Tidak boleh ada intervensi dari negara-negara yang lain,” tegasnya.
Di bidang ekonomi, ia menyinggung perlunya mengurangi ketergantungan terhadap utang dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Sementara dalam aspek kebudayaan, identitas serta nilai-nilai ketimuran dinilai perlu tetap dijaga.
“Secara ekonomi, Indonesia juga harus terbebas lagi dari hutang piutang. Indonesia ini memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah. Secara kebudayaan, Indonesia adalah bagian dari gaya ketimuran yang harus menjunjung adab-adab kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
Ronal menyebut gagasan mengenai kedaulatan politik, ekonomi dan kebudayaan tersebut sejalan dengan konsep Trisakti yang dicetuskan Bung Karno.
“Tri itu yang dimaksudkan oleh Bung Karno. Itu yang namanya Trisakti Bung Karno,” tutupnya. (*)