Karhutla dan Kekeringan Hantam Petani Samarinda, DPRD Minta Bantuan Segera
Penulis: Presisi 1
Jumat, 18 September 2026 | 0 views
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie. (Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co — Petani di Samarinda menghadapi tekanan berlapis di tengah kemarau. Selain kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian, sejumlah lahan juga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda M. Novan Syahronny Pasie mengatakan dampak karhutla tidak hanya dirasakan melalui polusi udara, tetapi juga berimbas terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani.
“Dampak ini sangat luas. Efeknya bukan hanya dari polusi, tetapi juga ke dampak ekonomi kita. Kita sangat prihatin dengan kondisi ini,” kata Novan, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian kepada petani yang lahannya terdampak kebakaran. Apalagi, persoalan tersebut terjadi ketika petani juga tengah menghadapi keterbatasan air.
“Harapan kita peran pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota, juga memberikan bantuan terhadap mereka yang terdampak, khususnya para petani,” ujarnya.
Politisi Golkar ini menyinggung kondisi pengairan yang semakin sulit akibat kemarau, termasuk di kawasan Bendungan Benanga. Keterbatasan air membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.
“Di saat kita sedang kekurangan air, ditambah lagi dengan kebakaran tersebut. Ini juga sangat berdampak. Mudah-mudahan ada solusi konkret dari pemerintah kota,” katanya.
Ia menilai penanganan karhutla perlu dilakukan sesegera mungkin agar kebakaran tidak semakin meluas. Menurutnya, semakin luas area yang terbakar, semakin besar pula dampaknya terhadap masyarakat.
“Kita harapkan dengan kondisi saat ini, mudah-mudahan bantuan juga sesegera mungkin supaya kebakarannya tidak makin melebar. Karena semakin melebar, efeknya juga semakin luas nantinya,” tuturnya.
Novan mengatakan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah pusat juga telah menginstruksikan dukungan dalam penanganan karhutla, baik berupa peralatan maupun tenaga.
“Kita menunggu bagaimana tindak lanjut dari BPBD provinsi maupun dari pemerintah pusat,” pungkasnya.(*)