search

Advetorial

DPRD SamarindaTempat Olahraga di SamarindaPAD SamarindaPendapatan Asli Daerah

DPRD Samarinda Dorong Venue Olahraga Jadi Sumber PAD

Penulis: Presisi 1
Rabu, 01 Juli 2026 | 0 views
DPRD Samarinda Dorong Venue Olahraga Jadi Sumber PAD
Potret salah satu fasilitas olahraga yang dimiliki oleh Kota Samarinda. (Sumber: Dok.Presisi.co)

SAMARINDA, Presisi.co – DPRD Samarinda mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) meningkatkan kualitas fasilitas olahraga milik pemerintah daerah agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan pengembangan venue olahraga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan bersama Disporapar beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meski Disporapar juga membidangi sektor pariwisata, Komisi IV lebih menitikberatkan pengawasan pada urusan kepemudaan dan olahraga, termasuk pemanfaatan aset olahraga milik daerah.

Novan menilai berbagai venue olahraga yang dimiliki Pemerintah Kota Samarinda masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, pengelolaannya perlu dioptimalkan agar tidak hanya menjadi sarana aktivitas masyarakat, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan bagi daerah.

"Kami mendorong agar venue-venue yang memang punya potensi untuk mendapatkan pendapatan asli daerah itu sarana-prasarananya ditingkatkan," ujarnya.

Ia mengakui keterbatasan fiskal daerah dan kemampuan APBD menjadi tantangan dalam merealisasikan pengembangan fasilitas olahraga. Namun, peningkatan kualitas venue dinilai sebagai investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Menurut Novan, kebutuhan anggaran terbesar biasanya berada pada tahap pembangunan maupun renovasi fasilitas. Setelah itu, biaya yang diperlukan relatif lebih kecil karena hanya digunakan untuk pemeliharaan.

Di sisi lain, aset yang telah ditingkatkan kualitasnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi.

"Apalagi olahraga yang memang sifatnya menjadi primadona masyarakat," katanya.

Novan menambahkan, fasilitas olahraga yang memadai akan membuka peluang lebih besar bagi Samarinda untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan maupun event olahraga berskala regional hingga nasional.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut diyakini tidak hanya berdampak pada pemanfaatan venue olahraga, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi lainnya.

Ia mencontohkan ajang lari maraton yang saat ini semakin diminati masyarakat. Kegiatan semacam itu mampu menarik peserta dari berbagai daerah dan berdampak pada peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke pusat kuliner, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan demikian, manfaat yang diterima daerah tidak hanya berasal dari penggunaan fasilitas olahraga, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan event.

"Kuliner juga naik, UMKM. Nah itulah yang kita dorong," pungkasnya. (*)