search

Daerah

Desa Bayur Pawai Kemerdekaan Desa Bayur Lapas Narkotika Samarinda Ulin Arya Samarinda 251 Peserta Pawai Desa Bayur

Pawai Kemerdekaan di Bayur, Lapas Narkotika Samarinda Ajak Warga Jauhi Narkoba

Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Pawai Kemerdekaan di Bayur, Lapas Narkotika Samarinda Ajak Warga Jauhi Narkoba
Rombongan Lapas Kelas IIA Narkotika Samarinda di Pawai Kemerdekaan Desay Bayur.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda membawa pesan antinarkoba dalam Pawai Kemerdekaan Desa Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, pada Minggu (23/8/2026).

Pawai yang mengambil start dari Lapas Narkotika Samarinda menuju Rumah Ulin Arya tersebut diikuti sekitar 251 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Sekitar 100 peserta di antaranya berasal dari Lapas Narkotika Samarinda.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Lapas di tengah masyarakat.

“Sesuai dengan amanah Pak Dirjen Pemasyarakatan, kita harus bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya kepada Presisi.co ditemui usai pawai.

Dalam pawai tersebut, jajaran Lapas membawa banner berisi imbauan kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Pesan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

“Kita sebagai Lapas Narkotika mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba, menghindari hukuman pidana,” katanya.

Tak hanya menyampaikan pesan antinarkoba, Lapas juga memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat. Salah satunya dengan membawa sayur-mayur hasil perkebunan warga binaan untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama lansia yang ditemui sepanjang jalur pawai.

Menurut Dirham, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa warga binaan mendapatkan berbagai program pembinaan selama menjalani masa pidana.

“Pesan yang ingin disampaikan adalah yang terpenting masyarakat menghindari narkoba sehingga overkapasitas di Lapas itu tidak terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pembinaan di Lapas, termasuk perkebunan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kita menyampaikan bahwa di Lapas terdapat pembinaan band dan pembinaan perkebunan dan itu bisa kita manfaatkan untuk masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Meriahkan Kemerdekaan dengan Satwa

Pawai tersebut turut dimeriahkan pengelola Rumah Ulin Arya dengan menghadirkan sejumlah satwa. Pengelola Rumah Ulin Arya, Shela Achmad mengatakan kehadiran satwa sengaja dibawa keluar untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Bayur.

“Pawai Kemerdekaan ini kita namakan Desa Bayur karena fokusnya memang menghibur warga-warga Bayur. Mungkin tidak semuanya pernah masuk Rumah Ulin, jadi satwanya kita bawa keluar,” kata Shela.

Sejumlah satwa yang dihadirkan antara lain kuda yang ditunggangi peserta dengan mengenakan pakaian pejuang Jenderal Sudirman dan Bung Karno.

Selain itu, terdapat beberapa jenis burung kakaktua, termasuk kakaktua asal Brasil dan Indonesia, serta ular yang dapat menjadi atraksi bagi anak-anak.

Shela menyebut kegiatan tersebut merupakan inisiatif Rumah Ulin Arya. Pawai dibuat dalam skala kecil di kawasan Bayur karena melihat antusiasme masyarakat Samarinda terhadap kegiatan hiburan semacam itu.

“Orang-orang Samarinda senang hiburan-hiburan seperti ini. Jadi kita bikin skop kecil dulu di Bayur,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat di sepanjang jalur pawai. Shela memperkirakan lebih dari 500 warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan rangkaian kegiatan.

Sementara itu, total peserta pawai tercatat sekitar 251 orang yang berasal dari Lapas Narkotika, kelompok pencak silat, marching band atau drum band sekolah dasar, RT 16, masyarakat sekitar, hingga kelompok kesenian Reog.(*)

Editor : Redaksi