Bupati Kukar: Kapasitas Intake Bekotok Ditambah Jadi 250 Liter per Detik, Tarifnya Naik?
Penulis: Umar Daud Muhammad
Selasa, 28 April 2026 | 47 views
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat diwawancarai usai meninjau (Foto : Umar Daud Muhammad)
Tenggarong, Presisi.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai mematangkan rencana peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Perumda Air Minum Tirta Mahakam di Bekotok, Kecamatan Tenggarong.
Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah pada Selasa 28 April 2026.
Dalam monitoring itu, pemerintah memastikan akan membangun intake baru melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga untuk memperkuat suplai air bersih di Tenggarong.
Aulia mengatakan kapasitas intake yang saat ini sekitar 75 liter per detik akan ditingkatkan menjadi 250 liter per detik.
“Kita meninjau Intake Bekotok ini dalam rangka pembangunan peningkatan kapasitas intake. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan air bersih di Kecamatan Tenggarong,” ujarnya usai peninjauan.
Menurutnya, pola kerja sama tersebut menjadi skema baru yang diterapkan pemerintah daerah melalui Perumda Tirta Mahakam, yakni membeli air bersih yang telah diolah pihak ketiga.
Meski menggunakan sistem baru, Aulia memastikan tarif air bersih untuk masyarakat tidak akan mengalami kenaikan.
“Dengan skema baru ini kita tidak menaikkan tarif air bersih yang dijual PDAM kepada masyarakat. Tujuannya meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi debit air agar lebih deras maupun kualitas air agar lebih baik,” tegasnya.
Ia menyebut pembangunan intake baru sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Lokasi pembangunan telah tersedia dan proses administrasi kerja sama juga telah rampung.
Nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan pihak ketiga telah ditandatangani, termasuk proses lelang dan penetapan pemenang melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.
“Sekarang masuk tahap konstruksi. Kami ingin memastikan lahan yang digunakan tersedia dengan baik, itu sebabnya kami turun langsung ke lokasi. Harapan kami tahun ini sudah mulai tampak pembangunan intake 250 liter per detik ini,” katanya.
Bekotok dipilih sebagai titik pengembangan karena dinilai memiliki tantangan pengolahan air baku lebih besar dibanding intake lain seperti Sukarame dan Bukit Biru.
Menurut Aulia, jika pengelolaan air di Bekotok berhasil dimaksimalkan melalui kerja sama tersebut, maka model serupa bisa diterapkan pada sumber air lain untuk menopang kebutuhan air bersih di Tenggarong.
Selain menambah kapasitas produksi, Pemkab Kukar juga menargetkan pembenahan jaringan distribusi agar suplai air tidak banyak hilang akibat kebocoran.
Saat ini tingkat kehilangan air atau non revenue water Perumda Tirta Mahakam masih berada di kisaran 38 persen.
“Harapan kita ke depan bisa di bawah 30 persen. Karena ketika air bocor, itu sama saja PDAM membuang air sekaligus membuang pendapatan,” ungkapnya.
Ia memastikan kebutuhan air baku selama musim kemarau masih aman karena selain Bekotok, Perumda Tirta Mahakam juga mengandalkan sumber utama dari Sungai Mahakam melalui intake Bukit Biru dan Sukarame.
Ke depan, ketiga intake tersebut dirancang terintegrasi agar dapat saling menyuplai ketika salah satu titik mengalami penurunan debit.
“Semua nanti akan terintegrasi, Bekotok, Sukarame, dan Bukit Biru. Jadi bisa saling menguatkan untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat,” tutupnya. (*)