Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Kota Samarinda mulai mematangkan peran strategisnya dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjelang Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2.
Fokus utama diarahkan pada sinkronisasi tata ruang serta penguatan infrastruktur agar selaras dengan rencana pembangunan nasional.
Pembahasan ini mengemuka dalam rapat yang dipimpin Sekda Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, di Balai Kota pada Kamis 9 April 2026.
Melalui Bapperida, Pemkot memastikan arah pembangunan daerah terintegrasi dengan konsep Tri-City Development Plan (TCDP) yang digagas Bappenas.
Dalam skema tersebut, Samarinda mendapat peran sebagai “heart” atau jantung kawasan IKN. Posisi ini menempatkan Samarinda sebagai pusat layanan perkotaan, penggerak sektor jasa dan ekonomi, sekaligus simpul konektivitas regional.
Adapun pembagian peran kawasan meliputi IKN sebagai pusat pemerintahan, Balikpapan sebagai penguat logistik, Kutai Kartanegara sebagai penyedia sumber daya, serta Penajam Paser Utara sebagai penopang keberlanjutan.
Neneng menegaskan, kesiapan daerah menjadi kunci agar perencanaan yang disusun tidak sekadar konseptual, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Sinkronisasi ini penting agar arah pembangunan daerah sejalan dengan program strategis nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, pembahasan teknis telah dilakukan melalui Technical Working Group (TWG) pada JCC ke-1 yang melibatkan lintas daerah, pemerintah provinsi, Bappenas, hingga JICA.
Hasilnya akan dipertajam dalam JCC ke-2 agar lebih implementatif dan terukur.
Pemkot Samarinda juga mulai menyiapkan program prioritas menuju RPJMD 2027, termasuk penguatan identitas kota melalui pengembangan potensi unggulan seperti eco cultural tourism.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Samarinda tidak hanya sebagai kota penyangga, tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan layanan di kawasan IKN. (*)